Translate

Senin, 11 September 2017

FF Yaoi/ HaeHyuk/ Chapter 3/Crossdressing make this Love?


Chapter sebelumnya > FF rossdressing ch 2

Crossdressing make this Love?

HaeHyuk (Lee DongHae x Lee HyukJae)

Lit bit!DooJoon x Ailee , Kim SooHyun x Suzy. Slight! Hyukjae x Suzy & Donghae x Ailee

YAOI, Straight, OOC, typo(s), bayangin Hyuk pas zaman MV Pajama Party SJ-H. Maaf jika ada bahasa Korea dan Inggris yang penulisannya salah

WARNING : Saya gak begitu mengerti sistem naik kereta api dan kota di Korea jadi maaf jika terdapat kesalahan, dan scene di kereta jika merasa familiar yah itu saya ambil sedikit dari anime Seito Kaichou ni Chuukoku.
.

.

.

"Donghae, apakah rincian dana yang lain-lain tetap dimasukkan ke laporan?"

"Ya"

"Donghae, kau perlu tanda tangan disini."

"Berikan padaku"

"Donghae apakah penghapus juga dimasukkan?"

"Ya, masukkan ke bagian dana lain-lain."

"Donghae, No ID siswamu, aku lupa."

"0132861015. Kau bisa lihat pada laporan seksi bagian yang lain ngomong-ngomong."

"AH! Hehehe aku lupa" dan Donghae hanya memutar bola matanya malas.

"Donghae"

"Donghae"

"Donghae"

Itulah suasana di ruang tamu apartemen Donghae sekarang. Penuh dengan kertas yang berserakan, laptop dipangkuan setiap orang yang berada disana, 2 mesin printer, beberapa pena juga yang berserakan berada dekat dengan kertas, dan beberapa rim kertas berjenis HVS berwarna putih ikut memenuhi ruang tamu apartemen Donghae. Serta tidak lupa suara berisik yang beriringan dari setiap orang disana yang sepertinya membutuhkan Donghae.

Untuk lebih jelasnya saat ini panitia acara Anniversary Pearl Blue High School atau kita sebut saja Pentas Seni, sedang berkumpul di rumah Donghae untuk membuat laporan tertulis atas kegiatan mereka yang akan diberikan kepada Kepala Sekolah besok. Itu kenapa ruang tamu terlihat seperti habis diterjang badai, sungguh berantakan dan sangat berisik. Tapi tidak semua panitia, hanya panitia inti aka Ketua Osis dan Ketua Panitia, Sekertaris, Bendahara, Penanggung jawab kegiatan, dan Koordinator seksi bagian Dekorasi, Humas, Perlengkapan, Dokumentasi, serta Konsumsi.

.

"Haaahhhh~ akhirnya ini selesai juga" lega Sungmin sambil merentangkan tangannya -merilekskan badannya- yang diikuti lainnya.

"Dan yeay kita masih memiliki banyak dana lebih"

"Bagaimana kalau dana ini kita pakai untuk pelepasan panitia Pentas Seni?" ujar Seungyeon memberikan ide.

"Aku setuju! Ayo kita ke pantai apalagi Minggu depan kita akan berlibur selama seminggu kan?" ujar Ailee semangat yang dihadiahi anggukkan semua yang berada disitu minus Donghae.

"Aku setuju!" Suzy memberi suara.

"Ok call" Sungmin juga memberi satu suara.

"Aku juga setuju" Seungyeon menambahkan.

"Aku ikut~" Seungcheol juga member satu suara yang diikuti anggota lainnya dan lagi-lagi kecuali Donghae.

"Maaf, aku tidak bisa ikut" Donghae akhirnya mengutarakan pikirannya yang membuat raut wajah Ailee menjadi murung sesaat lalu kembali ceria yah karena Donghae selalu begitu. Donghae sangat jarang ikut jika itu pelepasan panitia. Kalau mau di hitung dia hanya dua kali saja menghadiri kegiatan seperti itu dalam dua tahun dia menjadi Ketua Osis.

Itupun yang pertama dia hanya ikut sebentar lalu pulang sebelum kegiatan inti dimulai. Yang kedua syukurnya Donghae mengikuti hingga kegiatan selesai dan terima kasih atas usaha, kerja keras, ancaman dan segala bujuk rayu Hyukjae sehingga Donghae mau ikut bersenang-senang.

"Heum, kalau itu Donghae hyung aku bisa mengerti" Wooyoung memaklumi.

"Hahahaha. Yah kita bisa menerima ke-ti-dak-ikutsertaanmu" sindir Sungmin dengan penekanan pada kata tidak.

"Memang jadi Ketua Osis itu tidak mudah oppa" Suzypun ikut menyindir yang menundang tawa semua yang berada disana dan senyuman Donghae yang merasa bersalah.

"Eh, dimana Hyukjae aku tidak melihatnya daritadi?" sadar Soohyun saat menyadari Koordinator Seni aka penanggung jawab kegiatan ini tidak berada diantara mereka.

"Hyukjae oppa tidur" jelas Suzy yang melihat bagaimana saat mereka sudah berkumpul semua Hyukjae malah masuk ke kamar Donghae dan tidak kembali hingga mereka menyelesaikan laporan ini sambil menunjuk ruangan yang diketahui adalah kamar Donghae.

"Hyukjae sudah menyelesaikan laporannya kemarin" Donghae menjelaskan situasi kenapa Hyukjae memilih tidur dibandingkan membuat laporan.

"Ahhh, itu kenapa Suzy terlihat tidak sibuk?!" goda Ailee pada Suzy sambil mengangguk-anggukan kepalanya yang berada dibahu Donghae tanda mengerti.

"Entah kenapa aku merasa tersinggung mendengarnya ya?" curiga Suzy sambil menyipitkan mata melihat Ailee yang sedang bersandar bersama Donghae pada sofa.

"Aku memang menyinggungmu Suzy-ah" dan Ailee hanya memutar bola matanya malas.

"Kalian ini apa tidak bisa kalo tidak bertengkar?" bosan Ryeowook yang selalu melihat pertengkaran kecil kedua gadis cantik itu.

Melepas rangkulannya pada tangan Donghae kemudian berpindah merangkul bahu Suzy yang berada diujung meja karena posisi mereka yang mengelilingi meja. "Itu tanda kasih sayang kita kok"

"Iya Ryewook oppa ini tandanya kita saling menyayangi" tambah Suzy kemudian merangkul Ailee juga, yang membuat Ryeowook cemberut dan mengundang kekehan anggota lain.

"Itu tandanya mereka saling menyayangi Ryeonggu" ujar Sungmin menambahkan.

"Itu tanda kasih sayang mereka Ryeowook oppa" Seungyeon ikut menggoda Ryeowook.

"Itu tanda mereka saling menyayangi Ryeowook-ah" Soohyunpun tak ingin ketinggalan menggoda Ryeowook.

"Itu tandanya mereka saling menyayangi Ryeowook hyung" koor Wooyoung dan Seungcheol ikut menggoda Ryeowook ditambah kekehan Donghae yang membuat wajahnya terlihat sangat jelek karena cemberut. Dan sebelum Ryeowook mengeluarkan suara protesnya Donghae sudah membuka suara terlebih dahulu yang langsung mengembalikan moodnya.

"Ryeonggu, Jongwoon Hyung sudah di tempat parkir" dan itu menimbulkan senyum 5 centi di wajah feminim(?)nya.

.

Ailee yang terakhir berada di apartemen Donghae dan saat ini jam sudah menunjukkan pukul 12 malam aka dini hari. Salahkan mereka yang baru menyelesaikan laporan pukul 11 malam. Sebenarnya 5 menit yang lalu Suzy masih akan bersamanya menemaninya tapi Ailee merasa tidak enak karena Soohyun yang akan mengantar Suzy pulang. Jika saja kekasih Suzy aka Hyukjae -yang sekarang masih terbaring nyaman di ranjang Donghae- yang mengantar Suzy pulang seperti biasanya. Dia akan menahan Suzy sampai Doojoon datang.

"Doojoon sudah sampai" Donghae menyuarakan pesan yang dikirim Doojoon.

Melihat Ailee yang beranjak dari sofa, menahan lengannya yang membuat Ailee kembali terduduk di sofa. "Tunggu saja disini, dia bilang akan kesini"

.

KNOCK KNOCK

Mendengar itu Donghae dan Ailee lalu beranjak menuju pintu.

"Ailee-ah kau bisa kebawah deluan? Aku ada sedikit urusan dengan Donghae" sesaat Donghae membuka apartemen Doojoon langsung berujar pada Ailee.

"Ne. Oppa aku pulang, bye~" yang dibalas Donghae dengan elusan dirambut Ailee dan senyuman.

.

.

Hyukjae terbangun lalu dengan setengah kesadarannya memanggil Donghae karena setidaknya ia kenal dengan tempat yang ia tiduri. Berjalan gontai keluar kamar karena nyawanya belum seutuhnya terkumpul.

"Donghae~~~ hot choco~"

.

.

"Donghae apa sudah?" Tanya Doojoon to the point –maybe- dan mereka masih didepan pintu apartemen Donghae karena saat Donghae menyuruh Doojoon masuk, ia menolak dan mengatakan ia hanya sebentar.

"Belum Joon. Hingga sekarang aku belum merasakan apapun." ujar Donghae merasa bersalah.

Tuk

"Donghae~~ hot choco~" Hyukjae menempelkan pipinya pada punggung Donghae lalu menggosok-gosok wajahnya dan mulai bergeser dengan wajah yang masih menempel pada tubuh Donghae melewati lengan kemudian dada bidang lalu berakhir di ceruk Donghae. Memeluk pinggang Donghae erat merapatkan tubuh mereka sambil bergumam hot choco. Namun karena rasa nyaman ditambah elusan Donghae pada rambut dan punggungnya sepertinya Hyukjae kembali ke alam bawah sadarnya.

"Ck" Donghae yang melihatnya hanya menggelengkan kepala. Sepertinya kebiasaannya kambuh piker Donghae.

Ya kebiasaan Hyukjae saat tidur cepat karena kelelahan dan tanpa mengisi perut adalah bangun pada dini hari lalu merajuk meminta apa yang ia mau saat itu kepada siapa saja -orang terdekatnya- yang ia temui pertama saat membuka matanya dan dengan manjanya merangkul lengan orang itu. Merangkul sih biasanya. Tapi mungkin karena ia merasa Donghae sangat nyaman makanya ia memeluk Donghae erat.

Ekspresi Doojoon sungguh sangat tak terbaca.

"Maafkan aku Joon" ujar Donghae lagi dan kali ini Donghae tidak menambah kata akan berusaha. Dan Doojoon sudah sangat mengerti dengan apa yang dimaksud meski ia tetap mengingkarinya.

"Bukankah kalian terlihat semakin dekat?"

"Kau tahu, aku hanya merasa ini adalah tugas yang harus aku kerjakan" masih dengan ekspresi bersalah itu.

"Then, maafkan aku juga yang terlalu memaksa Donghae" lalu menghela nafasnya.

"Aku mengerti. Terima kasih telah mau menjemput Ailee. Dan cepatlah turun sebelum dia marah padamu karena terlalu lama menunggu." Donghae mengingatkan Doojoon.

"Ah! Aku lupa. Kalau begitu aku pergi" ujarnya lalu meninggalkan Haehyuk disana.

.

"Hyukee, bangun hm." Ujar Donghae lembut kemudian melepaskan tangan Hyukjae yang memeluknya erat. Memegang kedua pundak Hyukjae sehingga posisi mereka sekarang berhadapan. Mengangkat satu tangannya untuk mengelus pipi Hyukjae lalu berpindah ke hidung Hyukjae kemudian memencetnya. Cara jitu Donghae membangunkan Hyukjae kekeke.

"Eum, ngh. Donghae~ susu strawberry~" masih dengan setengah kesadarannya.

"Hm, aku akan membuatkannya. Ayo masuk." Kemudian ia membiarkan Hyukjae merangkul lengannya -bersandar penuh padanya- sambil memasuki apartemennya.

.

.

"Mereka terlihat SANGAT dekat…. kan?" Doojoon bertanya pada diri sendiri ketika melihat apa yang dilakukan kedua orang sahabat disana, sebelum ia menekan tombol sehingga pintu lift tertutup.

.

.

Donghae membawa Hyukjae ke sofa lalu mendudukannya disana. Kepala Hyukjae secara otomatis langsung bersandar pada sandaran(?) sofa dengan mata tertutup dan mulut terbuka. Donghae mengitari sofa lalu menghampiri Hyukjae dari sisi belakang sofa. Tertawa geli melihat posisi imut Hyukjae lalu memencet hidung Hyukjae. Hyukjae melenguh sambil mengucek-ngucek kedua matanya dengan tangannya. Donghae lalu mengambil tangan Hyukjae menggenggamnya dan meletakkannya di samping kepala Hyukjae -di sandaran sofa-.

Melihat Hyukjae yang perlahan membuka matanya, mendekatkan wajah mereka dengan sisa jarak 5 centi. Donghae lalu meniupkan nafasnya pada mata Hyukjae yang mendapat balasan namanya yang digumamkan Hyukjae. "So, strawberry milk or hot choco Hyukee?". Setelah matanya telah terbuka sempurna, Hyukjae menatap mata Donghae -yang tepat berada didepan matanya- sejenak lalu mengatakan hot choco.

"Eum, jangan tidur lagi Hyuk!" masih dengan saling tatap dengan jarak 5 centi dan posisi yang tidak berubah.

"Euumm"

"Nonton tv saja agar tidak ngantuk"

"Hu'um"

"Baiklah, aku akan membuatnya" Donghae mengatakan itu tapi dia masih setia menatap dan menggenggam tangan Hyukjae. "Nontonlah tv" tambahnya.

"Iya Hae~ fiuh" Hyukjae meniup mata Donghae setelah sedikit memundurkan kepalanya tadi. Donghae memejamkan matanya merasakan nafas hangat Hyukjae.

"Nafasmu panas Hyuk"

"Aku baru bangun tidur Hae, jika kau lupa"

Donghae hanya tersenyum membalas ucapan Hyukjae. Hyukjae yang melihat itu mengeratkan genggaman tangan mereka. Dan seperti tersadar, Donghae lalu mengangkat wajahnya memberikan banyak jarak pada wajah mereka, melepaskan genggaman mereka. Dengan tangan kanannya yang mengelus dagu Hyukjae, sambil tersenyum Donghae berujar "Cha, nontonlah, aku akan membuatkan hot chocomu" lalu beranjak dari sofa menuju dapur.

"Eum, cepatlah" sambil mengambil remote untuk menyalakan tv di ruang itu.

"Membuatnya tidak mudah Hyukee"

"Kau hanya perlu memberinya air panas kemudian mengaduknya, Hae. Jangan berlebihan."

"Heum heum… cerewet"

"Aku mendengarmu Hae"

"Aku juga tidak bermaksud mengatakannya diam-diam Hyuk"

Dan biarkan mereka dengan perdebatan tanpa akhir mereka. Setidaknya Hyukjae tidak akan tertidur lagi dan Donghae benar-benar sedang membuat hot choco untuk Hyukjae dan kopi hitam untuknya.

.

.

.

Satu minggu libur -untuk menenangkan diri memasuki minggu UAS- yang diberikan untuk siswa-siswi Pearl Blue High School disambut dengan senang hati tentunya. Mereka telah banyak merencanakan akan melakukan apa saja. Dan anggota Osis sesuai rencana yang mereka susun di apartemen Donghae, mereka akan menghabiskan liburan di pantai.

Tetapi Hyukjae meminta maaf karena ia ingin mengunjungi orang tuanya di Gyeongi padahal ia ingin sekali pergi ke pantai. Sebenarnya bukan hanya HaeHyuk yang tidak bisa ikut, ada beberapa anggota Osis juga yang tidak bisa mengikuti kegiatan pelepasan panitia itu. Namun, tidak sedikit juga yang bisa hadir jadi tidak bisa dikatakan jika rencana mereka gagal.

.

.

.

BRAK

"DONGHAE…. Eoh?"

Donghae yang sempat terkejut karena Hyukjae datang tanpa info sebelumnya (walaupun hal itu sering terjadi -_-) -juga mendobrak kamarnya dengan meneriakkan namanya- lalu mengembalikan kesadarannya dan melihat Hyukjae yang sedang tergeletak(?) tidak elit di lantai kamarnya.

"What are you doing there?" Menghela nafasnya lalu kembali melanjutkan kegiatannya dan dia tau setelah ini Hyukjae pasti akan menghadiahinya banyak pertanyaan. "Lagipula bukannya kau akan pulang ke Gyeonggi hari ini?".

"Sebenarnya banyak yang ingin aku tanyakan padamu Hae" ujar Hyukjae yang melihat banyaknya kertas-kertas yang tidak ia kenali di meja kamar Donghae.

'See' Donghae membatin.

"Tapi, aku tidak akan bertanya sekarang" kata yang keluar dari Hyukjae diluar dugaan Donghae membuat Donghae mengalihkan perhatiannya dari kertas-kertas diatas mejanya. "Eum, aku butuh kau menemaniku ke Gyeonggi Hae"

Rencana awal Hyukjae memang pulang kampung bersama Kakak dan Kakak iparnya. Tapi tadi pagi secara mendadak Sora Noona dan Haesung Hyung mendapat telpon dari atasan Haesung Hyungnya jika ada masalah proyek di Cina. Dan mereka berdua -sebenarnya hanya Haesung Hyung tapi Haesung Hyung membawa Sora Noona- diharuskan segera menyusul kesana. Hyukjae bukannya takut pergi sendiri jika menggunakan mobil pribadi, tapi ini adalah kereta api. Kendaraan umum…

.

.

.

Mereka telah berada di stasiun kereta menunggu kareta tujuan Gyeonggi datang. Ketika pengeras suara mengatakan kereta dengan tujuan Gyeonggi telah sampai, HaeHyuk bersiap memasuki kereta. Hyukjae terlihat ragu, dia berhenti sebentar saat akan melangkahkan kakinya. Namun, saat melihat Donghae telah masuk kedalam Hyukjae langsung mengikutinya.

Mereka berdiri -karena saat itu kereta sedang ramai- dan berpegangan pada gantungan(?) diatas kepala mereka. Hyukjae telah berdiri disamping Donghae, tidak begitu dekat memang -masih ada jarak satu langkah- tapi Hyukjae masih dapat meraih sisi bawah ujung jaket kulit Donghae lalu mengenggamnya erat tanpa Donghae sadari. Kemudian saat kereta berjalan Hyukjae hanya menunduk.

Kereta sempat berhenti dibeberapa tempat untuk menurunkan dan menaikkan penumpang dan dengan itu membuat keadaan didalam kereta penuh dengan manusia membuat orang-orang yang berada didalam kereta berdesak-desakkan. Yang membuat Hyukjae berdiri semakin jauh dari Donghae -Hyukjae masih menggenggam sisi bawah jaket Donghae- karena orang-orang yang mengelilingi mereka.

Merasakan jaketnya tertarik Donghae menoleh kearah Hyukjae dan mendapati Hyukjae yang seperti menahan tangis dengan wajah sedikit memerah dan dengan tatapan yang seperti memintanya untuk menolong Hyukjae. Tidak perlu waktu lama untuk Donghae menyadari apa yang terjadi pada Hyukjae.

Donghae kemudian mendorong beberapa orang yang -tidak bermaksud- mengahalangi jalannya lalu meraih kerah baju beberapa Paman dan seorang Pemuda yang berada dekat -sangat dekat- dengan Hyukjae kemudian memukul telak di perut mereka hingga mereka jatuh tersungkur dan sedikit keluar darah dari mulut mereka. Tidak peduli menjadi tontonan, Donghae lalu menarik Hyukjae menepi ke pintu kereta kemudian merangkapnya diantara pintu dan dirinya. Sedangkan Hyukjae hanya menunduk.

Hendak bertanya pada Hyukjae, salah seorang Paman yang ia pukul memakinya dan hendak melaporkan ke Polisi karena memukulnya. Tapi sebelum Paman itu melanjutkan protesnya Donghae menegaskan

"Dan aku bisa melaporkanmu atas tuduhan PELECEHAN SEKSUAL" dengan penekanan diakhir kalimat dan tanpa kata-kata formal.

Menatap Paman itu dengan tatapan membunuhnya -benar-benar tatapan yang dapat membunuh siapa saja yang melihatnya- sehingga beberapa orang bergidik ngeri -tidak terkecuali Paman itu- melihat tatapan Donghae kemudian memalingkan wajah mereka berpura-pura tidak mengetahui kejadian itu. Sedangkan Paman itu memalingkan wajahnya meski masih dengan menyumpahinya.

Beralih kepada Hyukjae kemudian Donghae memeluknya mengelus punggung dan rambut Hyukjae meski dengan segudang pertanyaan dikepalanya. Kenapa Hyukjae tidak melawan? Hyukjae bukan lelaki lemah, ia bahkan bisa menghajar 3 orang preman. Tapi kenapa? Sedangkan Hyukjae menumpahkan air matanya pada dada Donghae yang sedang memeluknya sambil menggenggam erat punggung jaket yang Donghae kenakan.

.

Dipemberhentian selanjutnya, beberapa orang turun termasuk Paman tadi tidak terkecuali juga beberapa orang yang melakukan pelecehan pada Hyukjae tadi. Saat melewati pintu -mereka bukan menggunakan pintu dimana Haehyuk berada- tatapan Donghae bertemu dengan mereka dan masih saja Paman tadi memasang wajah tak bersalahnya. Ingin rasanya Donghae mengejarnya lalu mematahkan tangan mereka. Dan tanpa disadarinya, dia telah mengepalkan tangannya dengan nafas yang mulai tidak teratur.

Hyukjae yang menyadarinya memeluk pinggang Donghae erat, mengangkat kepalanya menatap Donghae "Hae sudah." Bukannya Hyukjae sudah memaafkan mereka, tapi ia hanya tidak ingin masalah ini semakin panjang. Melihat Hyukjae yang seperti itu Donghae menghela nafas. "Sudah baikan?" tanyanya sambil mengelus mata Hyukjae yang dibalas Hyukjae dengan anggukan.

"Dan besiaplah aku akan menghujanimu dengan pertanyaan" Hyukjae melepaskan pelukannya lalu bersandar pada pintu dibelakangnya.

"Dan sebelum kau bertanya. Aku akan bercerita" diikuti Donghae dengan meletakan kedua tangannya pada pintu tempat Hyukjae bersandar -disamping kanan kiri Hyukjae- guna menahan keseimbangan badannya sekaligus untuk menggertak Hyukjae. Singkatnya Donghae seperti melakukan kabedon pada Hyukjae.

Hyukjae menceritakan bagaimana awal dari traumanya terhadap kendaraan umum kenapa dia mendapat perlakuan itu. Hyukjae memang terbiasa pulang pergi Sekolah Menengah Pertama menggunakan bus. Awalnya ia merasa beberapa orang hanya sengaja menyenggolnya, menubrukkan diri mereka ataupun menempalkan tubuh mereka pada Hyukjae. Dan hal itu terjadi selama 3 bulan.

Bulan berikutnya ia mulai merasa mereka mulai berani memegang bahkan mengelus anggota tubuh Hyukjae dengan modus yang sama. Hyukjae sebenarnya ingin melapor tapi mereka melakukannya hanya sekilas dan tidak ada bukti saat itu. Dan hari dimana dia merasa tidak berdaya(?) itupun datang.

Saat itu jalan utama sedang ada perbaikan dan bus harus memutar lumayan jauh agar sampai di tempat tujuan. Dan seperti biasanya bus akan penuh sore itu dengan beberapa pegawai dan siswa-siswi yang baru pulang dari Sekolah. Hyukjae sebenarnya telah mendapat tempat duduk karena yah dia tidak mau mengalami hal tidak mengenakan itu lagi. Namun, Hyukjae tidak tega juga melihat Ibu-Ibu yang sedang hamil harus berdiri -karena dia membayangkan jika Ibunya yang berada diposisi itu-, itu kenapa dengan terpaksa dia memberikan tempat duduknya pada Ibu itu.

Setelah 10 menit berdiri dia kemudian merasakan pelecahan itu lagi. Kali ini dia bertekad untuk menangkap basah orang itu atau setidaknya memperingatinya. Saat Hyukjae telah menahan tangan kasar yang hampir menyentuh daerah privatnya, Hyukjae sedikit memelintir tangan itu dan ingin memarahi orang tersebut namun yang terjadi orang itu memegang tangan Hyukjae kemudian mengelusnya dan membalas Hyukjae dengan senyum yang mengerikan -mesum- diwajah tua dengan beberapa gores luka jahit itu sambil mengatakan

"Kau tau dengan baik kau tidak cukup kuat untuk melawan'nya' manis"

.

Hyukjae menjelaskan hal itu pada Donghae dengan tubuh gemetar dan dengan suara tersendat serta tangannya yang meremas baju bagian dada Donghae. Donghae tidak mengerti dengan perasaannya saat ini, ada rasa sakit dan marah yang ia rasakan tapi saat ini yang utama adalah menenangkan Hyukjae jadi Donghae memeluknya, mengelus rambut dan punggungnya berulang kali sambil mengatakan

"Gwenchana, gwenchana ada aku disini sekarang. Kau tidak perlu takut lagi" setelah Hyukjae sudah agak tenang kemudian dia melanjutkan ceritanya.

.

Karena kata itu seperti menghipnotis Hyukjae sehingga Hyukjae lalu mematung dan membiarkan orang itu melakukan hal tak senonoh itu padanya. Namun, syukurnya bus berhenti sesaat sebelum orang itu kembali menyentuhnya lebih jauh karena ada beberapa orang yang turun sehingga mereka harus memberi jalan pada orang itu. Mengambil kesempatan itu Hyukjae lalu berlari menuruni bus itu dan berakhir dengan pulang berjalan kaki meski jarak kerumahnya masih sangat jauh.

.

"Jadi itu kenapa selama ini kau selalu diantar jemput? Dan tidak pernah pergi menggunakan kendaraan umum selain taksi?" dan Hyukjae hanya mengangguk sebagai jawabannya.

Mengacak rambutnya "Aku tidak tau kau pernah mengalami hal seperti itu?"

"Kenapa kau tidak memberitahukannya padaku Hyuk?!" frustasi Donghae.

"Aku pikir tidak akan pernah menaiki kendaraan umum" ucapnya bersalah entah karena apa.

"Kalau kau memberitahukannya kita tidak akan pernah menaikinya!" seru Donghae sambil meremas bahu Hyukjae. "Dan jangan lupakan rencana awal kau akan menaiki kereta ini dengan Sora noona dan Haesung hyung. Dan apakah kau tidak akan meminta tolong kepada mereka seperti tadi?" remasan Donghae pada bahu Hyukjae semakin kuat kelihatan sekali Donghae seperti sedang menahan amarah.

"Donghae sakit."

"Ah! Maaf" melepas bahu Hyukjae lalu bersandar -menyandarkannya kepalanya- pada tiang disampingnya.

"Maafkan aku" ujar Hyukjae merasa bersalah.

"Aku hanya terlalu mengkhawatirkanmu Hyuk. Maafkan aku"

Hyukjae menggelengkan kepalanya "Terima kasih Hae" lalu tersenyum pada Donghae yang dibalas Donghae dengan helaan nafas lalu mengelus rambut Hyukjae sambil mengangguk dan tersenyum.

.

.

.

TOK TOK TOK

"Eomma!"

Membukakan pintu lalu disambut pelukkan oleh HaeHyuk untuk Eomma dan Appa Hyukjae. Donghae lalu pamit menuju kamar Hyukjae membawa barang Hyukjae dan dirinya ke kamar Hyukjae karena Hyukjae masih melepas rindu bersama orang tuanya sedangkan dirinya sudah lelah karena semalam dia tidak tidur guna mengerjakan kertas-kertas yang tidak dikenal Hyukjae itu.

.

Setelah mengutarakan rasa kesal terhadap Noona dan Hyungnya Hyukjae hendak ke kamar untuk berganti. Sebelum menunju kamar, Eommanya menyuruhnya untuk mengajak Donghae untuk makan siang -yah walaupun sekarang sudah telat untuk makan siang karena sekarang sudah menunjukkan pukul 3- namun Hyukjae mengatakan jika sepertinya Donghae sudah tertidur.

"Then, bangunkan Donghae saat dinner siap baby"

"Ok Eomma" mencium pipi eommanya lalu beranjak menuju kamarnya untuk berganti dan benar saja Donghae sudah tertidur di ranjang Hyukjae. Dan yang membuat Hyukjae kesal adalah Donghae bebrabring di ranjangnya tanpa berganti atau membersihkan diri terlebih dahulu. Kalau tidak mengingat dia yang memaksa Donghae menemaninya kesini dia akan menendang Donghae dari ranjangnya sekarang juga batin Hyukjae kesal.

Menghela nafas berusaha menghiraukan hal itu dia berganti pakaian lalu membujuk Appanya untuk mengajaknya berkeliling kebun. Dan sudah dipastikan tujuan utamanya adalah kebun buah merah berbintik-bintik itu aka strawberi.

.

.

Waktu telah menunjukkan pukul 6 sore. Donghae terbangun lalu keluar kamar, melihat ke sekeliling rumah kemudian mendapati Eomma Hyukjae yang berada di dapur kemudian menuju kesana "Ada yang bisa ku bantu Eommonim?" ucapnya masih menguap sambil menggaruk rambut belakangnya.

"Donghae kau sudah bangun? Tidak ada untuk saat ini. Bersihkan saja dirimu dulu lalu kesini untuk makan malam" Eomma Hyukjae melihat Donghae sekali lalu masih sibuk memotong daun bawang.

"Baiklah Eommonim" hendak beranjak menuju kamar Hyukjae.

"Suruh Hyukee untuk menyusul juga, kau tau dia sudah berjam-jam di kebun"

"Kebun dalgi pasti" dan mereka hanya tertawa tau bagaimana fanatiknya lelaki itu terhadap strawberi.

.

Sebelum memasuki kamar mandi, Donghae melihat tempat tidur yang berantakan lalu melihat pakaian yang dia kenakan. Aku yakin dia akan mengamuk padaku nanti batin Donghae kemudian terkekeh.

.

.

.

Duduk di papan tempat tangki air yang digunakan untuk keperluan kebun dengan papan itu yang berjarak 5 meter dari tanah. Sambil mentap bintang-bintang dan bulan yang jarang dapat mereka berdua lihat di Seoul, Donghae memainkan gitar Hyukjae sambil bernyanyi dan diikuti Hyukjae. Menjadi malam yang sangat indah sebelum dering handphone Donghae berbunyi dan menampilkan nama Donghwa hyung.

"Kapan kau menyelesaikannya?"

"Aku akan memberikannya paling lama sabtu Hyung"

"Kenapa selama itu?"

"Aku sedang tidak berada dirumah sekarang"

"Bukankah hari ini kau berjanji untuk menyelesaikannya?"

"Ak-"

"Maafkan aku mengajak Donghae pulang kerumah Eomma Hyung"

"Eoh? Hyukjae?"

"Ne~ Mianhae hyung"

"Baiklah, setidaknya itu bukan karena Donghae malas mengerjakannya -walaupun aku tidak ingat dia pernah malas-." Monolognya pada kalimat terakhir. Dan Hyukjae hanya tersenyum mendengarnya sambil menatap Donghae yang masih acuh memetik gitar.

"Hyung juga sebenarnya tidak enak memberikannya tugas disaat dia sedang libur untuk menghadapi Ujiannya."

"Ne, gomawoyo hyung~"

"Hm, kalau begitu hyung tutup" dan sesaat setelah Donghwa menutup sambungan telepon itu Eomma Hyukjae sudah meneriaki nama mereka.

"Hyukee Hae ayo masuk sudah tengah malam"

.

.

"Jadi ada yang ingin kau jelaskan? Tugas dan kertas-kertas itu?" saat mereka telah berbaring terlentang di ranjang Hyukjae dengan kebiasaan Donghae yang tidak memakai atasan saat akan tidur dan dengan lengan kanannya yang ia gunakan sebagai sanggahan kepalanya.

Donghae menjelaskan jika itu adalah dokumen perusahaan Appanya. Jadi Donghae sudah ditetapkan akan memegang sebuah perusahaan seperti Appa dan Hyungnya. Itu kenapa setiap liburan ataupun jika dia memiliki waktu luang dia akan mengerjakan dokumen itu. Dan itu juga menjadi alasan kenapa dia tidak bisa ikut kegiatan pelepasan panitia meski dia ingin. Dan ketika dia sempat mengikuti kegiatan itu dia sangat berterima kasih pada Hyukjae. Karena sesungguhnya Donghae sangat menikmatinya.

.

Donghae masih ingat seminggu sebelum kegiatan itu Hyukjae datang padanya meminta Donghae ikut. Meski saat itu mereka belum terlalu dekat karena mereka masihlah siswa kelas satu -meski sudah memasuki semester 1 akhir- dan baru saling mengenal setelah sama-sama menjadi anggota Osis.

Tapi Hyukjae sudah bisa memarahinya mengatakan Donghae tidak asik, terlalu kaku, mengikutinya selama seminggu kemanapun Donghae pergi bahkan ke toilet. Saat itu Donghae kaget saat keluar dari bilik toilet lalu menemukan wajah Hyukjae disana sambil mengucapkan "kau akan datangkan?" namun dia dapat mengontrol wajahnya dan mengembalikan poker facenya lalu hanya menjawab lihat saja nanti.

Tidak lupa juga selama seminggu itu Hyukjae merayunya dengan memberikannya makanan dan minuman kesukaannya saat istirahat makan siang berbunyi.

Sebenarnya apa yang dilakukan Hyukjae sudah berhasil membuat Donghae luluh(?) sehingga ia hendak mengatakan ia akan pergi jika Hyukjae bertanya lagi. Namun yang lebih mengejutkan saat mereka bertemu Hyukjae berkata telah menelpon Eomma Donghae untuk meminta izinnya. Yang entah darimana ia mendapatkan nomor Eommanya. Sehingga ia harus direpotkan dengan nasihat dari Eommanya untuk bersenang-senang. Karena ia merahasiakan masalah perusahaan itu dari Eommanya.

.

"Apa kau tidak bisa menolaknya?" Hyukjae saat ini telah berbaring menghadap Donghae menatapnya sendu.

"Aku tidak bisa Hyuk. Ini adalah janji yang aku katakan sebelum Kakekku meninggal" masih dengan menerawang menatap langit-langit kamar Hyukjae.

Hyukjae menurunkan tangan kanan Donghae yang menjadi sanggahan kepala Donghae lalu memeluk Donghae kemudian mengatakan "Hae kau pasti bisa melakukannya. Aku yakin" dengan wajahnya yang ia tenggelamkan pada lengan Donghae.

Donghae yang mendengar itu tersenyum. Kenapa Hyukjae begitu imut pikirnya. Ia sudah melakukan hal itu selama 3 tahun, tentu saja ia bisa melakukannya. Tapi mendapat semangat seperti itu membuatnya jadi lebih bersemangat untuk mengerjakannya.

Donghae terkekeh lalu mengubah posisinya menjadi menyamping kanan menghadap Hyukjae, menyelusupkan tangan kanannya pada leher Hyukjae serta menarik Hyukjae mendekat untuk memeluknya. "Gomawo~"

.

.

.

Tiga hari menghabiskan waktu di kebun sangat menyenangkan terutama setiap malam mereka bisa menatap langit yang penuh dengan bintang.

Ketika pulang mereka tetap menggunakan kereta. Dan seperti saat mereka pergi, kereta sangat penuh. Mereka memilih tempat didekat pintu dengan mereka berdiri menghadap pintu. Hyukjae yang berada di depan Donghae melihatnya melalui kaca pintu. Dan dia dapat melihat Donghae yang di belakangnya yang sedang menatapnya dengan tatapan yang selalu…. Donghae selalu menatapnya dengan tatapan itu -sejak tiga tahun lalu- yang entah mengapa sekarang itu membuat pipinya memanas apalagi dengan tangan kanan Donghae yang berada disamping kepala Hyukjae seperti melindunginya.

Tidak tahan ditatap terus seperti itu Hyukjae akhirnya menyuarakan hatinya "Hae kenapa menatapku seperti itu?" Donghae tersentak seperti tertangkap basah, kemudian melihat kaca di pintu lalu tersenyum charming pada Hyukjae yang membuat wajah Hyukjae memerah sempurna. Melihat hal itu Donghae lalu tersenyum jahil dan menggoda Hyukjae "Kenapa wajahmu memerah seper"

Hyukjae membalikkan badannya menyandar pada pintu lalu menutup mulut Donghae dengan kedua tangannya, sebelum Donghae sempat menyelesaikan kalimatnya.

"Tidak usah dilanjutkan" lalu melihat kearah lain selain wajah Donghae. Hyukjae tidak habis pikir dia baru menyadarinya, kenapa dia bisa bertingkah se-girly ini selalu jika bersama Donghae.

Donghae yang mengetahui jika Hyukjae malu lalu terkekeh dalam bekapan Hyukjae yang membuat Hyukjae melihatnya heran. Kemudian tanpa diduga Hyukjae, Donghae mendekap Hyukjae dengan menyerukan wajahnya pada leher Hyukjae menghirup aroma Lee Hyukjae.

"GOD! Why you so cute Hyukjae?" yang alhasil membuat wajah Hyukjae tambah memerah hingga ke telinga lalu menyembunyikan wajahnya pada bahu Donghae yang masih berada dalam pelukkannya.

.

.

.

"Kau masih menerima banyak surat dan coklat?" Tanya Doojoon melihat beberapa surat yang jatuh dari loker Donghae saat ia membuka loker. Saat ini adalah hari ketiga mereka melaksanakan ujian mereka akhir untuk kelas akhir High School.

Donghae hanya terkekeh lalu mengatakan "Ini menyusahkan ya?". Kesal melihat tanggapan Donghae yang santai, Doojoon berujar "Kalau kau mengatakan mencintai seseorang pasti surat dan coklat itu akan berkurang atau paling tidak cium kekasihmu didepan mereka" suruhnya ekstrim.

Sekali lagi Donghae membalas Doojoon dengan tenang kali ini ia hanya memberi senyuman pada Doojoon.

"Doojoon-ah kau ingin langsung pulang?" Doojoon hanya menatapnya heran.

"Tapi sepertinya kau masih memiliki banyak waktu luang?"

"…"

"Mau mengobrol denganku sebentar?"


Tbc

1 komentar:

  1. Do this hack to drop 2lb of fat in 8 hours

    Well over 160,000 women and men are losing weight with a easy and SECRET "water hack" to burn 2lbs every night as they sleep.

    It's very simple and works every time.

    Here's how to do it yourself:

    1) Go get a clear glass and fill it with water half the way

    2) And now follow this awesome hack

    and become 2lbs thinner the very next day!

    BalasHapus