Crossdressing
make this Love?
HaeHyuk
(Lee Donghae x Lee Hyukjae)
Lit
bit!Doojoon x Ailee , Kim Soo Hyun x Suzy. Sligh!Hyukjae x Suzy & Donghae x
Ailee
YAOI,
straight, OOC, typo(s), bayangin Hyuk saat zaman MV SJ-H Pajama Party
A/n: Aku datang bawa Ff baru yang gak jelas deh. Ff ini terinspirasi dari
Maidsama jadi kalu ada scene yang familiar, yah itu aku ambil dari Maid sama.
Disini Hae as Usui tapi dia yang Ketua Osisnya. Walaupun karakternya ngggak begitu mirip. Gomawo~
~ Happy Reading ~
"Ailee-ah, aku mau
catatan kegiatan rapat minggu kemarin. Kau membawanya?" tanya sang Ketua
osis kepada sekretaris yang diketahui bernama Ailee.
"Ne, oppa sebentar
ya!" jawab sang sekretaris sambil mencari bukunya dalam tas hingga
meletakkan benda-benda yang berada didalam tasnya di atas meja. Tapi,
sepertinya dia tidak membawanya at….
"Ya! Hyukjae-ah kenapa
kau melirikku seperti itu?" tanya sang Ketua osis kepada seorang
Koordinator kesenian yang sedang berdiri di samping sang Ketua osis saat ini.
"Menakutkan kau tahu?" sambung Ketua osis yang memang tidak suka cara
melirik Koordinator kesenian tersebut
Ketiga orang tersebut sedang
berada dalam ruangan osis -Ketua osis, Sekretaris, dan Koordiantor kesenian- untuk
membicarakan apa yang akan di bahas dalam rapat nanti. Saat ini adalah waktunya
istirahat untuk Pearl Blue High School. Tapi, entahlah kenapa mereka tidak ke
kantin atau setidaknya mengisi perut mereka dengan makanan. Padahal rapat osis
akan di mulai saat jam istirahat berakhir. Mungkin mereka sudah makan, tidak
lapar, sedang menghemat uang atau alasan lainnya. Ya… hanya mereka dan tuhan
yang tahu.
Hyukjae -Koordinator kesenian-
menghela nafas setelah melihat buku yang dia pegang lalu menyerahkan buku tersebut
kepada sang Ketua osis. "Mwo?" tanya sang Ketua osis kepada Hyukjae
sambil mengambil buku yang diserahkan Hyukjae padanya dan melihatnya.
"Inikan catatan kegiatan kemarin, wae..."
"Hyukjae-oppa kenapa kau
ambil bukunya tidak bilang-bilang padaku, kau lihat aku sampai membongkar tasku
seperti ini" interupsi Ailee atas kata Donghae yang memang sepertinya
telah mengeluarkan semua isi tasnya yang berisi kebanyakkan alat make up sih.
Dasar yeoja.
"Huh? Siapa yang ambil?
Buku ini sudah berada di meja Donghae kok, ya… aku baca saja!" balas
Hyukjae yang tidak terima dengan penuduhan Ailee itu karena memang dia tidak
merasa mengambilnya dari Ailee, lalu berjalan menduduki tempat duduknya yang
sejajar dan berjarak 2 meja dari meja Ketua osis yang tidak lain adalah
Donghae.
"Ne?" teringat saat
tadi dia meletakkannya di meja Ketua osis. "Hehehe… mianhae oppa, aku
lupa" kata Ailee sambil memasukkan kembali benda-benda yang telah
dikeluarkannya tadi.
"Ne gweanchana! Aku sudah
terbiasa dengan sifat pelupamu itu. Namun, semoga saja kau tidak melupakkan
siapa namjachingumu" kata Hyukjae setelah menghela napas lalu menggoda
Ailee partner dalam organisasi osis dan temannya juga.
"Ya! Hyukjae oppa"
protes Ailee dengan muka memerah lalu berdiri.
"Sudahlah, Ailee tidak
mungkin bisa melupakanku" timpal Donghae yang tidak lain adalah
namjachingu Ailee tersebut bermaksud menggodanya juga.
"Ish,,, Donghae oppa!
Sepertinya lebih baik aku mencari Suzy dan yang lainnya,,, kalian berdua kalau
sudah bersama sangat menyebalkan" kata Ailee berjalan keluar dari ruangan
osis tersebut.
Donghae dan Hyukjaepun hanya
bisa tertawa melihat itu. Ya, mereka akui jika mereka sudah bersama mereka akan
sangat jahil kepada siapapun. Bahkan Donghae seorang Ketua osis yang terkenal
berwibawa, cool, dewasa dan kebanyakkan hanya tersenyum saat menjawab sesuatu
itu akan menjadi sangat iseng dan kekanakkan serta cerewet jika sudah bersama
Hyukjae. Alasannya sendiripun ia tidak tahu mengapa, dia hanya merasa nyaman
bersama Hyukjae sehingga ia dapat mengeluarkan sifat aslinya itu.
"Hahaha senang sekali
melihat orang ngambek seperti itu, hahaha" kata Hyukjae yang sepertinya
belum bisa meredakan tawanya.
"Ne, haha… oh ya Hyukkie
…"
"YA! Hentikkan panggilan
lucu itu. Namaku Hyukjae bukan Hyukkie, kau pikir aku yeoja kau panggil seperti
itu" ucapan Donghae terputus dan secara tiba-tiba tawa Hyukjae berubah
menjadi protes yang ditujukan pada Donghae karena panggilan yang sejujurnya
sangat manis dari Donghae untuk Hyukjae tersebut.
"Aish,,, ne,ne,ne. Aku
mau tanya ada hubungan apa buku catatan kegiatan ini dengan lirikkanmu padaku
tadi?" tanya Donghae yang memang penasaran dengan lirikkan menakutkan
Hyukjae tadi.
"Ah, ne… kau lihat
kegiatan apa yang akan selanjutnya kita lakukan?" tanya Hyukjae pada
Donghae yang mulai beranjak dari meja Ketua osisnya itu menuju meja Hyukjae.
"Ne~… ini juga kan
kegiatan dalam ProKermu. So.. what's wrong?" tanyanya pada Hyukjae setelah
menyandarkan buttnya pada meja yang berada di samping meja Hyukjae dan
menghadap ke arah Hyukjae -yang duduk menyamping menghadap kearahnya juga-
sambil melihat buku catatan tersebut lalu menyilangkan kakinya.
"Aku tidak tahu-menahu
dengan café berisi maid-maid imut itu, ikan…." adu Hyukjae pada sang Ketua
osis tentang salah satu ProKer jangka panjang yang jujur dia tidak tahu kenapa
tema tahun ini seperti itu. Ya… dia akui saat rapat membahas ProKer tersebut dia
sedang pulang kempung karena noonanya menikah. Jadi, dia percayakan penyusunan
ProKer itu pada Suzy -yeojachingu serta anggotanya dalam seksi kesenian-
"Makanya, waktu
pembahasan ProKer itu jangan setuju-setuju saja, Monkey…." kata Donghae
mengacak rambut coklat caramel Hyukjae -yang sebelumnya meletakkan buku di meja
Hyukjae- hanya untuk membuatnya terlihat berantakan. Hyukjae membiarkan apa
yang Donghae lakukan karena memang itu sudah biasa toh nantinya Donghae juga
yang merapikannya kembali.
"Kau kan bisa cari
inspirasi dari café Eteuk hyung" kata Donghae memberikan ide.
"Café Eteuk hyung itu
tidak ada maid-maid seperti itu, ikan… dan rata-rata karyawannya pria jika kau
lupa!" kata Hyukjae menolak dan mengingatkan tentang café seorang yang
sudah di anggap hyung oleh mereka.
"Hei.. lagipula ada
internet, kenapa tidak cari disitu saja atau tidak, percayakan pada Suzy saja
lagi. Bukannya dia yang menyusun kegiatan tersebut? Jadi, secara tidak
langsung, pasti dia sudah tahu apa-apa saja yang akan di lakukan nantinya"
kata Donghae bijak sambil merapikan rambut Hyukjae yang dia acak tadi -menyisir
rambut Hyukjae dengan jarinya- .
"Ahhh… kau benar
Donghae-ah! Hahaha benar-benar, aku serahkan saja kepada Suzy saja lagi"
kata Hyukjae semangat sambil memukul pelan paha Donghae -kebiasaan sepertinya-
yang sedang mengatur poninya, Hyukjae pikir setidaknya tidak ada beban dari
urusannya dengan osis saat ini, dan untuk 1 minggu ke depan dalam rangka
Anniversary Sekolahnya, karena akan di ambil ahli oleh anggota serta yeojachingunya
itu.
Oh ya, kalian pasti bingung ya
apa sih sebenarnya kegiatan dari ProKer yang di bicarakan ini. Baiklah, minggu
depan atau 1 minggu lagi adalah Anniversary Pearl Blue High School yang ke-12.
Dan di dalam osis kegiatan tersebut masuk ke dalam ProKer(Program Kerja)nya
seksi bagian kesenian. Kegiatannya adalah setiap kelas harus membuat stand, di
bebaskan atas kreatif masing-masing kelas ingin membuat apa. Tetapi, osis
dipisahkan tersendiri dalam membuat stand dan untuk osis telah di tentukan saat
penyusunan ProKer awal. Dan hasilnya osis akan membuat café dengan maid yang
imut-imut seperti kata Hyukjae tadi. Dan lagi, kegiatan ini akan mengundang
sekolah lain -setingkat Junior High School dan High School saja- yang berada di
dalam Kota Seoul. Nah, 1 minggu ini pihak sekolah memberi waktu kepada seluruh
siswanya untuk mempersiapkan kegiatan tersebut sehingga tidak ada Proses
Belajar Mengajar.
*Back to story
"Iya,tapi.. jangan main
lepas tanggung jawab juga donk! Kau tetap harus mengawasi mereka Hyukjae-ah"
ucap Donghae -merapikan rambut samping (jambang) Hyukjae- .
"ne, arasseo" jawab
Hyukjae dengan mengangguk
~Bel Berbunyi~
Donghae tersenyum "Cha,,,
nanti kau yang akan memimpin rapat dan pilihlah Suzy sebagai ketua kegiatan
ini" lanjut Donghae sambil menepuk pelan bahu kiri Hyukjae "Sekarang
ayo duduk di depan" Donghae berjalan deluan yang lalu di susul Hyukjae
-mengambil buku yang dibawa Donghae tadi- di sampingnya
~ Skip Time ~
"Selesai dari rapat ini
kita langsung memulai mendekor ruangan ini untuk stand khusus osis. Cha, itu
tadi kesimpulan rapat kali ini. Anyeong" kata Kim Soo Hyun -selaku
moderator saat rapat tadi sekaligus sebagai Sekretaris kegiatan ini-
memundurkan kursi yang dipakainya tadi bersamaan dengan Suzy juga yang mulai
berdiri dan akan pergi dari meja Ketua osis.
Anggota Osis yang lain mulai
melakukan tugas mereka. Ada yang mulai mengatur bagaimana tempat duduk dan meja
untuk tamu nanti, ada yang mencoba mendesain daftar menu café, menu apa saja
yang akan disediakan, mendekor bentuk ruangan agar nampak imut dan menarik, dan
ada pula yang mulai membersihkan kelas dan merapikan gudang kelas.
"Ah.. Soohyun-ah, kalau
bisa besok proposal dan undangan kegiatannya sudah jadi ne…" kata Suzy
yang belum sepenuhnya meninggalkan meja Ketua osis -berbalik dan mengingatkan
Soohyun- yang masih berada pada kursi sang Ketua osis.
"Ne, akan ku
usahakan" kata Soohyun yang mulai berdiri dari kursi
"Gomawo ne,
Soohyun-ah" kata Suzy dengan menampilkan senyumnya yang manis itu lalu
beranjak meninggalkan Soohyun menuju Ryeowook dan Sungmin yang sepertinya
sedang serius membicarakan suatu hal. Soohyun hanya bisa menatap sendu punggung
Suzy.
..
"Kaja hyung" kata
Ryeowook pada Hyukjae yang dari tadi menyembunyikan wajahnya pada kedua
lengannya di atas meja.
"Wae nae~~?" dia
mengangkat wajahnya yang terlihat frustrasi dan menatap horor pakaian yang
berada di tangan Ryeowook .
"Don't ask to me! Aku
hanya menjalankan tugasku hyung" kata Ryeowook yang berada disamping
Hyukjae yang duduk di meja paling depan dekat jendela yang untuk saat ini
ditempati oleh HaeHyuk.
"Lagipula ini sudah
menjadi keputusan bersama tadi kan oppa?" tanya Suzy di ikuti Sungmin
menghampiri Hyukjae dan Ryeowook yang sepertinya belum beranjak juga dari
tempatnya.
"Suzy-ah, kau tega sekali
pada namjachingumu ini? pfffttt" kata Donghae yang duduk menyandar pada
jendela kaca dibelakangnya mencoba menahan tawanya. "Ya! Berhentilah
mengejekku ikan,,," kata Hyukjae kesal.
"Bwhahahahaha"
HENING~~~~
Donghae tanpa sadar tertawa
lepas hingga terbaha-bahak. Padahal ia daritadi mati-matian mencoba menahan
tawanya namun sepertinya sudah tidak bisa ia tahan lagi sekarang ditambah
melihat wajah frustasi Hyukjae. Karena kesal Donghae masih terus menertawainya,
Hyukjae menutup mulut Donghae -yang tidak sadar keadaan kelas yang tiba-tiba
hening-. Setelah tersadar akan keadaan itu Hyukjaepun menghentikan aktivitasnya
menutup mulut Donghae yang sudah bisa meredakan tawanya itu dan melihat keadaan
sekelilingnya. Lalu keningnya berkerut heran kenapa semua yang berada disitu
menghentikan aktivitas mereka dan beralih menatapnya dan Donghae.
"Mwoya? Ada yang
salah?" tanyanya pada teman-temannya atau partner kerjanya.
"Anniyo" refleks mereka menjawab kompak dan langsung kembali ke
kerjaan masing-masing. Ryeowook, Sungmin, Suzy, dan Ailee yang masih berada di
ruangan itu secara bersamaan menggelengkan kepala mereka tersadar dari
keterkejutan mereka.
Bingung dengan apa yang
terjadi Hyukjae mencoba meminta penjelasan dari Donghae namun hanya dibalas
Donghae dengan menaikkan bahunya tanda iapun tidak tahu lalu mulai bersandar
pada kursi sambil melihat kearah luar melalui jendela yang berada tepat
disebelahnya.
"Kajja hyung, kau
membuang-buang waktu kau tahu?" kata Ryeowook yang tidak sabar
melaksanakan tugas sekaligus hobinya itu mencoba menarik tangan Hyukjae untuk
ke gudang osis yang nanti akan diubah menjadi dapur selama anniversary Pearl
Blue high school.
"Shireo, shireo,
shireo" tolak Hyukjae menahan tangannya dari tarikkan Ryeowook dan
menggelengkan kepalanya seperti anak kecil yang menolak makan sayur.
"Kenapa bukan Sungmin hyung coba? Sungmin hyung kan imut. Ayolah Suzy-ah
kau tega sekali" kata Hyukjae menggoyang dua tangan Suzy yang berada
didepannya.
"Ya! Wae nae? Kenapa kau
membawa-bawa namaku segala Hyuk" protes Sungmin. Pasalnya dia juga sudah
memiliki tugas sendiri dan ya… yang tidak memiliki tugas hanya Hyukjae dan sang
Ketua osis.
"Hyukjae-oppa kenapa kau
jadi manja begini sih? Tidak bisa, lagian bajunya juga tidak muat dibadan
Sungmin-oppa. Bajunya kecil oppa dan hanya muat dibadanmu yang yah… kurus
itu" kata Suzy heran melihat sikap namjachingunya yang seperti ini. Tidak
biasanya Hyukjae bersikap seperti ini atau mungkin tidak pernah ia melihat
Hyukjae bersikap manja seperti ini selama ia menjalin hubungan dengan Hyukjae.
"Ya! Donghae-ah, jebal….
do something!" mohon Hyukjae mengalihkan pandangannya ke Donghae dan
tangannya beralih menggoyang paha Donghae dari tangan Suzy. "Kau kan Ketua
osis jadi kalau kau memberi keputusan pasti dituruti" kata Hyukjae yang
sudah benar-benar frustasi hingga memanfaatkan jabatan Donghae dalam
bujukkannya.
"Hei, itu tidak bisa. Aku
tidak bisa memutuskan kalau tidak ada persetujuan dari yang lain" jelas
Donghae. "Shireo, shireo, shireo" Hyukjae terus menggelengkan
kepalanya seperti anak kecil "Shireo,shir…"
Puk~
Hyukjae berhenti menggelengkan
kepalanya karena tepukkan lembut Donghae pada kepalanya. Hyukjae lalu
mengarahkan pandangannya pada Donghae dan mendapati Donghae dengan 'angelic
smile'nya yang ditujukan padanya . Untuk sedetik dia terpesona akan senyuman
itu.
"Just do it Hyukkie,
bukankah ini ProKermu dan kau Koordinatornya yang secara tidak langsung ini
adalah tanggung jawabmu. Kau juga tidak mendapat tugas apa-apakan, apa salahnya
membantu mensukseskan kegiatan ini dengan sedikit mengorbankan dirimu. Lagipula
ini sungguh tidak membuatmu rugikan?" Donghae berhenti sejenak dari
perkataanya dengan tangan yang masih diatas kepala Hyukjae. "Dan aku yakin
Ryeowook hebat dalam melakukan tugasnya" mengakhiri ucapannya dengan
beberapa kali tepukkan lembut pada kepala Hyukjae dan 'angelic smile'nya yang
masih ditujukan pada Hyukjae.
Beberapa anggota osis yang
melihat itu tersenyum mendengar kebijaksanaan seorang Donghae sang Ketua osis
yang sangat mereka segani. Bukan karena mereka takut, tetapi karena mereka
kagum atas sikapnya yang tegas, dewasa, dan bisa juga lembut seperti saat ini.
Hyukjae tersipu? Uh oh ada apa
ini?
"Aish,, baiklah!"
ucapnya lalu berdiri -tunggu dulu, sepertinya dia tidak sadar Donghae tadi
memanggilnya Hyukkie-. Hyukjae memang tidak bisa jika sudah disinggung dengan
tanggung jawab. Dia memang merasa seperti seorang pecundang jika tidak bisa
melaksanakan tanggung jawab dan Donghae tahu akan hal itu. "Lain kali aku
tidak akan mau menjadi Koordinator atau Ketua atau apalah itu lagi"
cibirnya sambil mengikuti Ryeowook menuju ruangan yang berada di sudut belakang
kelas ini.
Donghae, Sungmin, dan Suzy
terkekeh mendengar cibiran Hyukjae itu. Sungmin menggeleng kepala melihat
tingkah namja yang sudah dianggap dongsaeng olehnya itu lalu kembali ke
tugasnya yaitu mencoba menata hiasan ruangan tersebut -meninggalkan Donghae dan
Suzy yang masih memperhatikan Hyukjae yang sudah masuk ke dalam gudang-.
"Hmmm, Suzy-ah kenapa kau
memilih Hyukjae?" tanya Donghae sambil berjalan kearah mejanya dan -lagi-
menyandarkan buttnya pada mejanya dengan kaki yang disilangkan serta kedua
tangan yang dimasukkan ke saku celananya.
"Kan tadi sudah aku kasih
alasannya oppa, pas rapat tadi? Karena anggota osis yeoja yang terbatas dan beberapa
harus berada didapur lalu untuk namjanya mereka sudah bekerja membentuk
persiapan ini. Kasihan kan kalau harus di paksa menjadi maid juga. Lag…".
"Suzy-ah" panggil Donghae yang secara tidak langsung memotong omongan
Suzy. "Ne?" tanya Suzy heran karena Donghae memutus penjelasannya
padahal tadi dia yang bertanya.
"Bukan penjelasan itu
yang aku maksud, itu sih aku sudah tahu" Donghae menghela nafasnya
"Mak.." . "Arasseo oppa" kali ini Suzy yang memotong
perkataan Donghae "Karena, hanya kalian yang belum mendapat tugas, ya..
aku tahu kalau kalian memang tidak boleh mendapat tugas sebagai Koordinator dan
Ketua. Dan ini karena memang kita kekurangan orang bukan? Tidak mungkin juga
kan kau yang memakainya oppa dengan bodymu yang seperti itu". Sungmin-oppa
saja tidak mungkin muat apalagi kau oppa. Dan kalau kau yang menggunakannya
bukannya seperti maid tapi.. ekhm.. seper…" penjelasan Suzy yang panjang
lebar itu terpotong oleh Donghae -lagi-.
"Arasseo, tidak perlu
dibilangkan" ucap Donghae sedikit kesal akan maksud Suzy. "Hehe, ne!
dan juga aku akui Hyukjae-oppa itu manis. Kau bisa bayangkan oppa, waktu itu
aku dan Hyukjae-oppa pergi kencan ke pameran. Saat itu aku ingin membeli
boneka, aku dan Hyukjae-oppa menghampiri stand yang menjual berbagai boneka"
Ailee berjalan menghampiri mereka dan berdiri di samping Donghae. Donghae yang
melihat itu tersenyum kearah Ailee selaku yeojachingunya dan dibalas senyuman
oleh Ailee lalu Donghae focus kembali mendengarkan Suzy. Ailee tidak bertanya
apa-apa seakan mengerti keadaan sekarang.
Suzy melanjutkan ceritanya
"Namun, tidak sengaja aku menoleh kearah penjual gulali, karena aku tahu
Hyukjae-oppa suka gulali aku menawarkannya. Aku bilang ke oppa 'oppa ada yang
jual gulali! Oppa tidak membelinya?' tanpa basa-basi dia mengangguk lalu
meninggalkanku di stand boneka dan pergi membeli gulali. Aku menggeleng kepala
lalu beralih melihat boneka-boneka didepanku. Aku heran melihat ahjumma penjual
boneka bengong lalu aku tanya ahjumma kenapa dan dia bilang 'tadi itu oppamu
ya? Aku pikir dia yeodongsaengmu'.
"Hahahaha, yeodongsaeng
Suzy?" tawa dari Ailee yang sepertinya berniat mengejek Suzy.
"Berarti kau… hahahaha" tawa Ailee lagi dengan memegang perutnya.
"YA!! Ailee-ah apa maksudmu itu?" ujar Suzy kesal lalu menghampiri
Ailee yang tertawa sambil menjauhkan dirinya dari tempatnya berdiri karena Suzy
yang bersiap menjitaknya. "Itu bukan karena wajahku yang terlihat tua tapi
emang dasar Hyukjae-oppa yang… aih kenapa dia memiliki wajah seperti itu
sih?" ucap Suzy frustasi.
Donghae hanya tersenyum
melihat tingkah dua yeoja di sampingnya itu. "Bersyukurlah kau memiliki
Hyukkie yang manis sebagai namjachingumu" kata Donghae sambil membuka buku
catatan hasil rapat tadi yang berada dimejanya, membacanya masih dengan tangan
kiri didalam saku celananya. Oi,oi sepertinya Donghae tidak sadar dengan apa
yang dia katakan.
Ailee entah mengapa menangkap
maksud lain dari kata itu dan itu membuat hatinya terasa sesak seperti tadi
yang untuk pertama kalinya dia melihat Donghae tertawa terbaha-bahak dan itu
karena seorang Lee Hyukjae. Dengan rasa penasaran dan bersamaan dengan Suzy
mereka mengucapkan "Opp.."
"YAAA! Hyukjae-hyung
keluarlah" teriak Ryeowook -berdiri di depan pintu gudang- pada orang yang
berada dalam gudang osis tersebut dan secara tidak langsung membuat semua
perhatian terahlikan kepadanya kecuali…. dari seorang Ketua osis yang masih
setia membaca buku catatan tersebut. Membuat kedua yeoja yang berada
disampingnya yang rencananya ingin mempertanyakan kata-kata Ketua itu menjadi
semakin heran 'kenapa dia malah tidak peduli dengan Hyukjae yang tidak mau
keluar', namun karena penasaran pada hasil yang dilakukan Ryeowook pada
Hyukjae, mereka merapat seperti beberapa siswa ke gudang tersebut untuk
mendapatkan Hyukjae yang menyembunyikan tubuhnya di balik pintu gudang.
Donghae menghela nafas -lagi-
lalu meletakkan buku tersebut diatas meja yang berada di belakangnya kemudian
memasukkan tangan kanannya kedalam saku celananya lalu "Hyukkie-ya
keluarlah ka.."
"YAA! Sudah ku bilang
jang…" ia berlari keluar gudang hendak memukul Donghae, namun Hyukjae
berdiri mematung dia lupa alasannya tidak mau keluar dari dalam gudang tersebut
karena kesal terhadap panggilan Donghae tadi. Donghae sendiri membelalakkan
matanya sungguh dia terpesona akan sosok didepannya.
Coba kita lihat saja pakaian
maid -berbentuk babydoll dan pada bagian bawahnya yang seperti balon- tanpa
lengan yang menampakkan bahu putihnya. Pakaian maid bewarna hitam yang bagian
depannya di hiasi corak seperti apron bewarna putih dengan ikatan pita seperti
ikat pinggang yang membentuk pinggang rampingnya bewarna merah. Lengannya yang
tidak terlalu berotot itu diberikan kain yang melilitnya membentuk pita bewarna
hitam. Rambut yang di kuncir 2 -menggunakan wig dengan warna senada- menggunakan
pita merah lalu terdapat poninya sedikit dijepit agar tidak menutupi matanya.
Lagi kaos kaki bening (stoking) panjang yang hanya menutupi sebatas lutut. Maka
pahanya masih dapat terlihat dikarenakan panjang pakaian maid 10 jari dari atas
lutut.
Serta posisinya saat ini yang
entah karena pengaruh bajunya atau memang sikapnya yang seperti itu. Hyukjae
berdiri dengan kaki yang rapat lalu lutut kaki kanannya ia tekuk kedepan hingga
menutup lutut kaki kirinya. Kemudian punggung kaki kanannya ia bawa ketumit
belakang kaki kirinya. Jangan lupa kedua tangannya yang dipakainya untuk
menutup hidung beserta mulutnya -kebiasaan gugup dan saat dia malu-. Lalu
make-up yang natural pada wajahnya.
Sadar akan kebengongannya
Donghae menggelengkan kepalanya cepat. Dan berjalan keluar menghindari sosok
Hyukjae saat ini. Entah mengapa sosoknya sekarang membuat perasaan tersendiri
yang dia rasakan dan terasa aneh untuknya.
"Ryeowook-ah dimana kau
sembunyikan Hyukjae?" kata Doojoon tidak percaya atas penglihatannya.
"Cepat bawa kemari dan dandani dia, jangan membawa yeoja lain kesini"
kata Doojoon ngelantur.
"Pabo, ini aku
Hyukjae" protes Hyukjae. "Aish.. kau jangan berbohong nona.
Ryeowook-ah dimana Hyukjae, aku ingin menertawakannya dengan baju maidnya"
tambah Doojoon tetap kekeh tidak percaya bahwa orang yang didepannya adalah
Hyukjae -temannya- sambil celingak celinguk mencari Hyukjae didalam gudang
hingga mendapatkan deathglare dari Hyukjae.
"Ini Hyukjae-hyung,
Doojoon-ah" kata Ryeowook sweatdrop melihat kelakuan satu temannya itu.
"Jinjjayo?" ujar
Wooyoung membungkukkan badannya mencoba mengangkat bagian bawah baju maid
Hyukjae.
Bletak~
"Appoooo" ucap
Wooyoung memegang kepalanya bekas jitakkan sayang Hyukjae. "Pabo, apa yang
kau lakukan?" ucapnya pada Wooyoung yang sudah berdiri disamping kanan
Hyukjae -yang sedang melemparkan deathglare-.
"Hanya membuktikan bahwa
kau Hyukjae" jawab Wooyoung santai sambil mengelus-elus kepalanya.
"Bukan seperti itu caranya, PABOYA" teriak Hyukjae kesal pada
Wooyoung.
"Aww… Hyuk-ah kau manis
sekali" kata SooHyun sambil merangkul tangannya pada pundak Hyukjae.
"Hyukjae-oppa, nggak nyangka kau bisa secantik ini" tambah beberapa
sunbaenya. Dan beberapa lainnya yang memuji Hyukjae.
"Ne, oppa! Aku mengakui
kalau kau memang cocok di anggap adikku" kata Suzy pada Hyukjae sambil
mendeathglare Ailee yang sedang menahan tawanya. Sedangkan Soohyun sudah
melepaskan rangkulannya.
"Ne?" berbeda dengan
Ailee, Hyukjae yang memang dari awal tidak mengetahui tentang 'itu' menjadi
bingung. "Apa maksudmu dengan adikmu Suzy-ah? Bukannya aku ini
namjachingumu?" tanya Hyukjae mencoba meminta penjelasan.
"Sudahlah oppa, lupakan.
Menjelaskan itu membuatku semakin kesal. Yang pasti oppa sangat cocok dengan
pakaian ini" ucap Suzy lalu mengacungkan jempolnya dan mulai beranjak dari
situ untuk melakukan balas dendam pada Ailee -yang sudah mulai melarikan diri-.
"Hyung tidak nyangka kau
bisa menjadi semanis ini. Kalau begini hyung tidak yakin apakah kau itu benaran
namja?" ucap Sungmin sambil memperhatikan tubuh Hyukjae.
"YA HYUNG! Aish… jinjja,
aku ini NAMJA. N-A-M-J-A hyung. Kalau hyung masih belum mengerti juga lebih
baik hyung kembali ke taman kanak-kanak deh" ucapnya kesal pada orang yang
sudah di anggap hyungnya itu. "Aish,, iya,iya. Tidak perlu marah dan berteriak
di telinga hyung juga kan" balas Sungmin dengan mengelus telinganya yang
hampir budek itu.
"Iya Hyuk oppa. Jangan
marah-marah dong,,, nanti manisnya hilang lagi blablablablabla"
…
"Kerja bagus
Ryeong-gu" ucap santai seorang namja dengan merangkul Ryeowook -yang agak
jauh berdiri dan sedang tersenyum melihat hasil kerjanya di kagumi teman lain-
merapat ke arahnya. Ryeowook yang kaget spontan, menoleh kearah suara tersebut
langsung memerah padam melihat wajah namja itu yang sedang menatap wajahnya
sambil tersenyum.
"Gomawo Jongwoon
hyung" ucapnya sambil menunduk dan pastinya masih dengan wajah yang
memerah. Apalagi ditambah Jongwoon mengelus rambutnya.
…
"Ya! Mana sih ikan itu.
Seenaknya saja membuat namaku seperti itu. Sudah berulang kali juga aku bilang
jangan memanggilku dengan nama tersebut. Dasar ikan baduuuut" oceh Hyukjae
sambil jalan dengan wajah cemberutnya. "Aish,,, kenapa bisa lupa"
ucapnya sambil mengeluarkan benda persegi panjang dari kantong celanaya.
"Ini semua gara-gara ikan badut itu, buang-buang waktuku menggerutu tidak
jelas lagi" lanjut ocehnya sambil mengirim pesan singkat menanyakan dimana
keberadaan sahabat ikannya itu.
Setelah pesannya mendapat
balasan dari sang sahabat, Hyukjae melangkahkan kakinya menuju tempat sang
Ketua Osis sekarang berada. Selama beberapa menit berjalan, Hyukjae sampai di
tempat tersebut kemudian melepas sepatunya -menaruh di tempat sepatu- masuk
kemudian mengisi daftar absen perpustakaan lalu mulai mencari sang sahabat dan
setelah mengetahui dimana sahabatnya duduk, Hyukjae menghampirinya. Baru saja
Hyukjae ingin melancarkan protes kepada Donghae, Donghae sudah beranjak
meninggalkan Hyukjae untuk mengambil buku di rak buku. Hal itu menghasilkan
makian yang dilontarkan Hyukae pada Donghae dalam hati.
Namun, daripada menambah dosa
dengan belama-lama memaki Donghae yang bahkan Donghaepun tidak mengetahuinya,
Hyukjae memilih duduk di kursi yang di tempati Donghae tadi.
"Jinjjayo? Hyukjae?"
ucap salah satu siswi berbisik dengan beberapa temannya.
Hyukjae mencoba menajamkan
pendengarannya mendengar namanya disebut. Jangan salahkan dia yang memang punya
pendengaran tajam. Bisa di katakan ada jarak 3 meja antara Hyukjae dan 3 orang
yang menyebut namanya tadi ditambah suasana yang hening karena ini
Perpustakaan. Hyukjae berpura-pura tidak mendengar dengan cara menulis sesuatu
dengan serius -entahlah buku dan alat tulis siapa yang dia gunakan itu-.
"Jinjja, nae chingu kan
salah satu anggota osis. Dia yang memberitahuku, mereka yang berada di ruangan
osis tadi sangat terkejut mendengar Donghae-oppa dapat tertawa lepas seperti
itu. Katanya lagi, itu adalah kali pertamanya mereka melihat Donghae-oppa
seperti itu dan itu karena Hyukjae-oppa" bisik salah satu siswi lainnya.
Mendengar itu, Hyukjae
mengerutkan keningnya. Hyukjae pikir, emangnya aneh ya Donghae dapat tertawa,
Donghae kan bukan robot yang tidak punya ekspresi. Lagipula jika bersamanya
Donghae bahkan dapat tertawa lebih parah dari yang dilakukannya tadi. Hyukjae
menyimpulkan mereka seperti itu karena tidak terlalu dekat dengan Donghae. Coba
kalau dekat atau selalu bersama Donghae seperti dirinya, mungkin mereka akan
tahu sifat Donghae yang sebenarnya.
Namun yang sebenarnya terjadi
adalah Donghae dapat mengeluarkan hal-hal yang 'bukan dirinya' dan sifat yang 'bukan
dirinya'pula hanya jika dia bersama Hyukjae. Bahkan dengan sang yeojachingu
-Ailee- yang sudah bersama lebih lama setahun dengan Donghae -dari Hyukjae-,
tidak dapat membuat Donghae menjadi dirinya sendiri saat bersama Ailee.
Puk~
Mereka saja yang terlalu
berlebihan, masa tertawa saja sampai heboh seperti itu. Kalau sekiranya Donghae
membunuh orang bolehlah mereka heboh seperti itu. Haahhh~
Puk~ puk~ puk~
"Ya! Stop do that"
protes Hyukjae sambil menyingkirkan buku yang dipakai Donghae untuk memukul pelan
kepalanya. "Hanya menyadarkanmu dari lamunanmu" jawab Donghae santai
lalu menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Hyukjae.
"Siapa yang kau pikir
melamun, aku tidak melamun. Hanya sedang memikirkan sesuatu PABO!" kesal
Hyukjae menekan kata pabo diakhir kalimatnya *ungkapan kekesalannya daritadi
sepertinya.
"Hmm,, apa yang kau
pikirkan? Masalah memakai pakaian maid itu, eoh? Bukankah tadi sudah aku beri
penjelasan, lagipula suka tidak suka, mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas, kau
tetap harus memakainya. Percemmpph" ucapan Donghae terhenti karena Hyukjae
telah membekap mulut Donghae
"Aish… tidak bisa kah kau
diam dan tidak bisakah kau mengurangi sifat cerewet dan sok tahumu itu,
eoh?" Donghae mengangguk lalu Hyukjae melepaskan bekapannya. "Jadi,
apa yang kau pikirkan?" tanya Donghae. "Haaah~" Hyukjae menghela
nafasnya sebelum mulai mengungkapan apa yang daritadi dia pikirkan.
"Kau lihat 3 yeoja yang
baru keluar tadi? Mer..."
"Jangan bilang kau
menyukai salah satunya, namun karena kau sudah bersa..."
"YAAA!" Hyukjae
teriak saking kesalnya, karena omongan Donghae yang sok tahu itu dan mungkin
juga sekaligus mengeluarkan daritadi kekesalannya terhadap Donghae. Donghae
hanya menutup telinganya dan... masih terlihat santai.
"Ekhem, Hyukjae-ssi ini
bukan tempat paduan suara, ini adalah PERPUSTAKAAN" kata songsangnim
penjaga Perpus kepada Hyukjae dengan penekanan pada Perpustakaan. "Jadi
bisakah anda tidak berteriak-teriak seperti itu?" ucap Songsangnim lagi
sambil melipat tangannya di dada.
"Ne.. Songsangnim, joeseonghamnida
songsangnim" ucap Hyukjae merasa bersalah sambil membungkukkan badannya
berulang kali. "Yeorobun... joeseonghamnida ne sudah mengganggu
kalian" ucapnya lagi membungkuk kepada siswa-siswi yang berada di situ dan
membuat mereka kembali ke kegiatan mereka. Songsangnim yang melihat itu kembali
ke tempatnya.
"Jadi, apa yang mau
katakan tentang 3 cewek tadi?" tanya Donghae santai sambil membuka buku
yang tadi diambilnya. Hyukjae mencoba melakukan ritual pendinginan -yaitu tarik
nafas buang nafas- berulang kali. Setelah itu dia tersenyum -paksa- dan mulai
menjawab pertanyaan sahabatnya itu "Makanya, tadi itu jangan motong
kata-kataku sebelum aku menyelesaikan omonganku, KETUA OSIS"
"Haahh~ tadi itu aku
mendengar yeoja itu berbicara tentang kita. Yeoja itu bilang kalau 'mereka yang
berada di ruangan osis tadi sangat terkejut mendengar Donghae-oppa dapat
tertawa lepas seperti itu. Katanya lagi, itu adalah kali pertamanya mereka
melihat Donghae-oppa seperti itu dan itu karena Hyukjae-oppa' 3 yeoja tadi berkata
seperti itu Donghae" jelas Hyukjae menirukan ucapan yeoja tadi dan
mengalihkan perhatiannya pada Donghae untuk mendapat Donghae yang seperti
sedang menahan ketawanya.
"Ya! Apa yang kau
tertawakan ikan?" Tanya Hyukjae kesal. "Pffttt…pffttt… pffttt haahhh~"
Donghae menghela nafas dan melihat Hyukjae yang menatapnya dangan tampang
kesal. "Kau lucu sekali saat menirukan cara bicara yeoja tadi, beneran
seperti yeoja penggosip" kata Donghae santai sambil menopang dagu
menghadap Hyukjae.
Hyukjae sendiri tengah memijit
pelipisnya. "Kau salah focus ikaaannn. Ya Tuhan! Bagaimana kau bisa
menjadi ketua Osis jika cara berfikirmu seperti itu" ucap Hyukjae frustasi
sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursinya sambil mendongakkan
kepalanya ke belakang -meletakkan kepalanya diatas sandaran kursi-. Donghae
menatap Hyukjae dengan pandangan yang emm menurutku hanya Donghae yang mengerti
kenapa ia menatap Hyukjae seperti itu.
Donghae lalu berdiri dari
kursinya menuju Hyukjae yang masih bersandar. Berdiri di samping kursi Hyukjae
lalu menundukkan –mendekatkan- wajahnya kearah Hyukjae yang masih mendongak ke
belakang, kemudian tersenyum dan dibalas pandangan polos dari Hyukjae. Kedua
tangan Donghae bergerak mengelus kedua pipi Hyukjae "Kau belum
membersihkan bekas make-up tadikan, lihat masih ada bedak yang menempel"
ucap Donghae lembut sambil menunjukan tangannya yang terdapat bedak.
Hyukjae lalu menormalkan(?)
kepalanya "Ah, ne aku lupa" ucapnya kemudian mengambil tangan Donghae
lalu mengelus -membersihkan- bedak yang menempel pada tangan Donghae. Donghae
tersenyum melihat itu. "Na'ah, sudah" ujar Donghae lalu menggenggam
tangan Hyuk yang masih mengelus -membersihkan- tangannya dan menariknya berdiri
dari kursi "Sekarang pergilah ke toilet dan bersihkan make-up di wajahmu"
setelah Hyuk sudah berdiri, Donghae melepaskan genggaman tangannya.
"Eh?" Hyuk kaget,
ada yang salah disini, kenapa Hyuk merasa kehilangan saat Donghae
melepaskannya. Dan satu lagi, bukannya tadi Hyuk lagi marah-marah kan sama
Donghae. Tapi kenapa secepat itu marahnya mereda. Hah~ sifat Donghae yang
lembut serta senyumannya itu sangat ajaib memang, karena bisa menaklukkan Lee
Hyukjae dari emosinya.
tbc
aku suka adegan terakhirny sweet bget, wkt hae elus pipi hyuk. Haehyuk udah biasa ya intim kyak gt. . Di tggu klanjutanny
BalasHapusne, sebelumnya makasih sudah mau coment. iya, di sini aku bikin HaeHyuk terbiasa seperti itu... aku pasti lanjut kok cuma mungkin ngaret hehe mian
Hapussweet bgt sie hae'a sm hyukkie^^
BalasHapusjdi hae sma hyukkie sahabat jd cnta yy?? sweet bgt lho yg pas hae bs buat hyukkie nurut, hae dewasa bgt..
hehe sahabat jadi cinta gak ya? kkkk mereka blum sadar perasaan msing2 soalnya. iya, si hae punya taktik sndiri tuh buat hyuk nurut. Aku sukaa karater hae yang dewasa soalnya. makasih udah mampir dan komen :)
BalasHapusManisnyaaa~
BalasHapusBerasa bgt rasa sayang donghae ke hyukjae dr cara hae memperlakukan hyuk. Masa iya sih temen tp ngusap2 pipi gt.mana hyuk bawel bgt lagi marah2 aja bawaannya ma donghae. Kyk yeoja yg lg kedatangan tamu aj. Lanjut kilat donk chingu, penasaranlah
kkkkk iya disini aku buat haehyuk kayak udah biasa sentuhan2(?) gitu, meski sahabatan. Iya tuh, padahal cuma karena nama doang kkk. HUWAAA MIANHAE #deepbow aku nggak bisa update kilat, karena sitkon dan WIFI serta lappy yang seringnya tidak bsa diajak kerjasama. Makasih banget udah mampir dan komen :)
HapusAnnyeong^^ aku ikut baca ya chingu hehe
BalasHapusAku ngerasanya haek lebih sayang sama hyuk daripada sama yeojanya ya, hyuknya juga sama kaya gitu, tp mereka belum sadar sama perasaan masing-masing, iya ga sih chingu? Aaah mau tau lanjutan dr "hubungan" merekaaa.
Nextnya aku tunggu yaaa
silahkan~ yup yup semoga saja itu karena mereka belum sadar perasaan masing2 kekeke~
Hapusnextnya bakalan update next month kok kalo gak minggu ini~
makasih banyak sudah komen :*
oke fix ini love in the air mah~
BalasHapusasli aku yang ngeblush padahal hyuk yg di kasih perhatian gitu hahaha
pleasee di lanjut asap
hehe aku juga yang buat, ngeblush *eh? kekeke
Hapusiya mudah2an kalo gak minggu ini pasti next month di update. Stay tune yaaaa
makasih udah komen :*