Translate

Kamis, 27 Juli 2017

FF Yaoi/ HaeHyuk/ Chapter 2/Crossdressing make this Love?



Untuk yang belum baca ch 1 ini linknya~ FF Crossdressing ch 1

Terdengar suara air yang mengalir dari toilet pria siswa pertanda ada yang sedang menggunakan toilet tersebut. Terlihat Hyukjae baru menyelesaikan acara cuci mukanya dari make-up. Hyukjae meletakan tangannya di pinggiran wastafel sambil menatap kaca yang berada dihadapannya. Lama menatap wajahnya kemudian dia mengangkat tangan kanannya dan melihat secara seksama(?) telapak tangannya. Tangan kirinya kemudian mengelus lalu menggenggam telapak tangan kanannya."Hah~ ini aneh, kenapa rasa genggaman tangannya masih terasa. Michigeutda" Hyukjae kemudian mengepalkan tangan kanannya.

Crossdressing make this Love?

HaeHyuk (Lee DongHaek x Lee Hyukjae)

Lit bit!DooJoon x Ailee , Kim SooHyun x Suzy. Slight! Hyukjae x Suzy & Donghae x Ailee

YAOI, Straight, OOC, typo(s), bayangin Hyuk tanpa otot ya. Maaf jika ada bahasa Korea dan Inggris yang penulisannya salah

WARNING : NGEBOSANIN. GAK SESUAI JALAN CERITANYA. PLOTLESS LAH POKOKNYA. Huhuhu maafkan aku jika chapter ini mengecawakan TT

***


"Selamat pagi semuanya"

"Pagi Hyuk-ah/Hyuk Hyung/Hyuk oppa" balas anggota osis

"Pagi oppa" ujar Suzy sambil seraya memeluk Hyukjae dan dibalas Hyukjae dengan senang hati. Dan diakhiri dengan elusan lembut pada rambut Suzy. "Oh ya, aku tidak melihat Donghae, biasanya dia yang paling awal datang?" penasaran akan keterlambatan sahabatnya yang tidak pernah telat itu.

"Donghae sudah datang Hyuk, dia hanya sedang berkeliling melihat stand-stand yang lain" ucap Sungmin yang sedang berdiri diatas kursi sambil mengatur hiasan didekat pintu ruangan. Yang dibalas anggukan tanda mengerti dari Hyukjae yang masih merangkul Suzy.

"Ekhem, sepertinya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan ini masih terlalu pagi untuk berlovey-dovey….. Suzy" goda Ailee pada Suzy yang masih memeluk tangan Hyukjae. "Oppa tidak usah dengarkan Ailee, dia hanya iri karena tidak ada Donghae oppa disini" balas Suzy pada Ailee namun sambil melepas pelukannya pada tangan Hyukjae. Dan dengan itu menimbulkan tawa anggota Osis yang lain dan kekehan dari Hyukjae.

"Jadi ada berapa stand tahun ini?" samar-samar suara Kepala Sekolah terdengar menuju ke ruang Osis membuat anggota Osis yang tertawa tadi langsung menghentikan tawanya. "Ada 20stand untuk tahun ini, Sir. 15 stand dari setiap kelas, 4 stand dari club, dan Osis 1 stand. Aku sudah memberitahukan kepada mereka dan Osis akan berusaha untuk itu" jelas Donghae kepada Kepala Sekolah.

Mendengar suara Kepala Sekolah dan Donghae di luar ruangan, Hyukjae kemudian menghampiri keduanya yang telah berada di pintu ruangan Osis. "Oh Hyukjae" sapa Kepala Sekolah pada Hyukjae. Dibalas Hyukjae dengan bow(?) dan senyum. "Terima kasih untuk usaha kalian Donghae, Hyukjae" ucap Kepala Sekolah melihat kearah Donghae kemudian Hyukjae yang dibalas pandangan tidak mengerti dari Hyukjae namun tetap memberikan senyumnya. "Dan jangan lupa ke ruangan saya sepulang Sekolah. Kalau begitu saya permisi" ujar Kepala Sekolah meninggalkan ruangan Osis.

Hyukjae menatap Donghae seperti meminta penjelasan kenapa mereka dipanggil ke ruangan Kepala Sekolah. Namun hanya dibalas Donghae dengan mengangkat bahu.

Seperti teringat sesuatu, "AH, AILEE-AH" Hyukjae berteriak memanggil nama Ailee yang sedang memotong kertas. "Ouch, Oppa kau mengagetkanku" ucap Ailee yang tangannya terkena goresan dari gunting yang ia gunakan untuk memotong kertas tadi.

"Hyuk, kau melukainya" ujar Donghae lembut -meremas pelan bahu Hyukjae- lalu berjalan menuju Ailee. "Gwenchana, hanya luka kecil oppa" Donghae kemudian mengusap luka Ailee dengan saputangannya guna menghilangkan darahnya. Seolah tersadar, Hyukjae kemudian meminta maaf karena mengagetkan Ailee.

"Woah mianhae Ailee-ah~ aku tidak bermaksud sungguh. Gwenchana?" ujar Hyukjae heboh sambil melihat tangan Ailee yang masih berada dalam genggaman Donghae. "Tidak apa-apa oppa hanya luka kecil kok"

"Lagian dengan begitu mereka bisa berlovey-dovey oppa… Tenang saja, itu membawa keberuntungan pada pihak Ailee Hahaha" ejek Suzy pada Ailee yang mendapat teriakan dari Ailee dan senyuman dari Donghae. "YAK, Suzy kemari kau!" dan hal itu kembali membawa tawa setiap anggota Osis. Donghae yang melihat Ailee mengejar Suzy lalu mengambil tempat duduk sambil mengawasi(?) anggota Osis bekerja. Sedangkan Hyukjae masih tertawa sambil melerai mereka.

"Eheeem! Oh ya Hyukjae oppa mau mengatakan apa tadi?" Ailee mencoba mengalihkan suasana serta mencoba menetralisir(?) warna merah diwajahnya.

"Oh ya, kau bagian dekorasi kan? Saranku dekorasinya dibuat seimut mungkin tapi jangan terlalu norak, di bagian ini dibuat bentuk love. Bagian jendelanya berikan gantungan bentuk dasi kupu-kupu mungkin" ucap Hyukjae sambil berjalan dan menunjukkan bagian mana saja yang akan dihiasi.

"Lalu taplak mejanya sebaiknya and blah blah blah" Hyukjae menjelaskan semuanya dengan detail seolah dia terbiasa dengan café latte. Padahal sebelumnya dia sangat menolak ide ini. Melihat Hyukjae bersemangat seperti itu, entah kenapa dapat membuat Donghae tersenyum di tempatnya. Kemudian mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.

.

Saat ini jam istirahat Pearl Blue High School dan hanya Donghae dan Hyukjae yang berada didalam ruangan Osis, lagi-lagi entah karena apa mereka tidak pergi untuk makan, hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

Donghae terlihat berdiri dari duduknya dan hendak berjalan ke luar ruangan. Hyukjae yang sedang memotong kertas menjadi bentuk hati itu menoleh pada Donghae.

"Ke kantin?"

"Ani, ke taman belakang. Ikut?" dengan imut Hyukjae menganggukan kepalanya antusias -tidak sabar merasakan udara segar di bawah pohon besar dan berbaring sedikit mungkin- lalu berjalan menyusul Donghae yang mendahuluinya.

"YAK, Lee Donghae bisa pelan sedikit tidak?" seperti tidak mendengar teriakan Hyukjae yang tertinggal di belakangnya, Donghae malah berlari menjauhinya. Memang tadi Donghae berjalan cepat, karena ia merasa pusing sehingga ingin cepat-cepat sampai di taman belakang Sekolah. Namun, larinya kali ini hanya untuk mengerjai Hyukjae saja.

"YAK!LEE DONGHAEEEE" teriak Hyukjae kemudian ikut berlari mengejar Donghae. Padahal mereka masih berada di dalam koridor *ckckck. "Jangan jadi lambat monyet kecil hahaha"

"LEE DONGHAE PAB-"

"Woah Donghae oppa tertawa"

"Wahhh tampannya~"

"Itu Donghae sunbae tertawa kan?"

"Ne, rasanya tidak bisa dipercaya"

Itu adalah komentar siswa-siswi yang melihat Donghae tertawa, sedikit banyak itu membuat Hyukjae semakin heran -lagi- dan memelankan larinya sehingga dia kehilangan jejak Donghae. Ya ampun, apa mereka tidak berlebihan. Donghae kan bukan manusia bermuka datar seperti sahabatnya Kim Kibum. Kenapa seheboh itu sih?!

"Ah sial. Aku kehilangan jejaknya" kemudian Hyukjae berlari lagi menuju taman belakang dan menemukan Donghae yang sedang berdiri di samping pohon. Lalu berlari menuju Donghae melompat keatas punggung Donghae lalu mengunci leher Donghae dan dengan sigap Donghae menahan butt Hyukjae agar tidak terjatuh(?) seperti akan menggendong piggy back.

"Kena kau Donghae pab-. Ah Seongsangnim! Anyyeonghaseyo~" kaget Hyukjae karena ternyata Donghae sedang berbicara dengan salah satu staff guru. Pantas dari tadi Donghae hanya tersenyum saat ia melompat ke punggung Donghae. Kemudian Hyukjae turun dari punggung Donghae.

"Oh anyyeong Hyukjae. Kalau begitu saya duluan Donghae, Hyukjae" ucap sang guru membungkuk dan dibalas bungkukan dari HaeHyuk. Hyukjae masih memperhatikan punggung guru tersebut. Kemudian merasakan tarikan pada pinggangnya dan ia merosot(?) sambil bersandar pada pohon di belakangnya.

"Biarkan begini sebentar" ucap Donghae yang menyandarkan kepalanya pada bahu Hyukjae dengan tangan yang masih berada di pinggang Hyukjae. "Oh, kau juga mencari referensi stand Osis tentang café itu? Kau tidur jam berapa? Aku tadi malam mencarinya hingga jam 3 pagi, makanya aku telat hehe. Oi, Lee Donghae~ sudah tidur? Baiklah aku juga mungkin akan tidur sebentar" ucapnya lalu menyandarkan kepalanya pada pohon dibelakangnya.

Setelah merasa hembusan teratur dari Hyukjae, Donghae lalu mengangkat kepalanya dari bahu Hyukjae dan meletekan kepala Hyukjae pada bahunya."Terima kasih sudah berusaha Hyukee" ucapnya tersenyum kemudian meletakan kepalanya di atas kepala Hyukjae dan masih dengan tangannya pada pinggang Hyukjae.

Kenyataannya Donghae bahkan tidak tidur kemarin, bukan karena memikirkan stand mereka –bukannya tidak peduli, namun ia percaya pada Hyukjae- .Ia kemarin memikirkan bagaimana mencari tambahan dana untuk memenuhi rincian biaya setiap stand. Setelah mendapat telepon dari Kepala Sekolah kemarin malam -tentang pihak Sekolah yang tidak bisa memberikan dana full dikarenakan bagian lab Bio,Kimia,Fisika terbakar dan sekarang lagi dalam tahap Renovasi-, Donghae langsung berusaha memikirkan bagaimana caranya memenuhi sisa dana tersebut.



"Eiy~ Hyuk liurmu(?)" Donghae yang terbangun duluan dari istirahat 'sejenak' mereka karena merasakan basah pada bahunya disebabkan Hyukjae yang tidur dengan membuat pulau di bahunya

"Aish kebiasaan! Hyuk kalau bernafas itu pake hidung bukan mulut" ujar Donghae mengingatkan sambil kemudian menghapus air liur Hyukjae di bibir Hyuk dengan jempolnya secara lembut dan bukan mengeringkan air liur Hyukjae yang berada pada bahunya. "Akh, mianhae" ucap Hyukjae merasa bersalah.

"Sekarang bagaimana hm?"Tanya Donghae melihat kearah bahunya.

1 detik

5 detik

15 detik

"AHA!" seru Hyukjae mendapat ide setelah 15 detik berpikir. Yang membuat Donghae memandangnya penasaran "Ayo ikut aku ke toilet" ujar Hyukjae lalu bangkit dan menarik tangan Donghae kemudian membawanya ke toilet tanpa menunggu respon Donghae.


"Buka seragammu, aku akan mencucinya sebentar" suruh Hyukjae sebenarnya, namun malah dia sendiri yang membuka kancing seragam Donghae dengan Donghae yang menatapnya clueless.

"Donghae, berapa kali dalam 1 hari kau pergi ke gym?" ujar Hyukjae tiba-tiba

"Huh? Aku hanya sesekali kesana. Kenapa?"

"Ugh, ABSmu terbentuk sangat cepat~" ujar Hyukjae cemberut sambil mengelus ABS Donghae naik turun- merasakan sixpack pada perut Donghae- sedangkan Donghae hanya tersenyum mengerti atas ke-iri-an Hyukjae."Sedangkan aku…" kemudian Hyukjae meraba perutnya yang rata di balik seragamnya kemudian berganti mengelus ABS Donghae -membandingkan ceritanya- lagi. "Lain kali ajak aku jika kau ingin berolahraga" ujar Hyukjae tanpa melepaskan pandangannya pada perut Donghae -daritadi- serta masih dengan terus mengelus ABS Donghae -kagum sepertinya-.

"Iya aku akan mengajakmu lain kali, lagian biasanya kau yang menolak jika ku ajak" ujar Donghae sambil melepas seragam dari tubuhnya karena Hyukjae hanya melepas -membuka- kancing seragamnya dan sekarang malah meraba ABSnya.

"Sudahlah ini," Donghae menyerahkan seragamnya kepada Hyukjae "Cepat cuci. Habis ini kita harus ke ruang Kepala Sekolah kan. Lagipula kita terlalu lama tertidur tadi. Sekarang sudah hampir sore Hyuk" ujar Donghae sambil melihat jam tangannya. Yang membuat Hyukjae langsung melepaskan tangannya dari ABS Donghae dan langsung mencuci seragam bekas liurnya tadi. Dan Donghae hanya terkekeh melihatnya.

"Lagipula jika kau masih ingin mengaguminya kau bisa memegangya di Apartement nanti" ujar Donghae tersenyum jahil sambil bersandar pada dinding samping wastafel tempat Hyukjae mencuci seragam Donghae.

"Ya apa yang kau katakan?!Dasar tuan sok!"

Dan percakapan ini berakhir dengan tawa Donghae yang memenuhi toilet pria dan Hyukjae dengan wajah memerahnya entah karena malu tidak memiliki ABS atau karena hal lain…



"Apa kau membawa proposalnya Soohyun-ah?"

"Ne, aku membawa 5 proposal untuk sekarang"

Dan disinilah mereka, di depan gerbang Pearl Blue High School. Mereka adalah Soohyun, Donghae, Hyukjae, Suzy, Ailee, Wooyoung, Doojoon, Mingyu, Seungcheol, Seokmin. Jadi, setelah HaeHyuk dari ruang Kepala Sekolah, Hyukjae langsung menelpon teman-teman Osis untuk berkumpul di depan gerbang Sekolah mereka. Karena seperti yang diketahui jika dana untuk kegiatan mereka kali ini kurang dan tadi Kepala Sekolah memberitahukan hal itu kepada HaeHyuk -atau Hyukjae lebih tepatnya-.

"Jadi bagaimana ini?" Tanya Suzy pasrah, dia sempat panik mendengar permasalahan ini. Tapi Hyukjae selaku kekasihnya tadi berkata semuanya akan baik-baik saja dan dia percaya pada Hyukjae.

"Begini, aku sudah membuat list perusahaan yang biasa bekerjasama dengan Pearl Blue High School. Aku sudah mengirimkan proposal kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Kemarin malam aku meminta Soohyun untuk mengcopy proposal lebih" Soohyun menganggukan kepala saat Donghae melihatnya.

"Perusahaan mengatakan akan mengembalikan proposal itu dalam 3 hari lagi. Kita berdoa saja semoga mereka mau menyutujuinya. Dan aku berpikir akan memberikan mereka free card untuk makan di stand osis, jika mereka menyetujui proposal kita sebagai ucapan terima kasih" dan anggota lain menyutujui usulan sang Ketua Osis itu.

"Tapi, jangan terlalu berharap pada 10 proposal itu dulu maka untuk sekarang, aku mau kita berusaha untuk mencari dana dengan 5 proposal ini. Untuk bagian HuMas karena kalian sudah terbiasa, jadi aku akan memberikan kalian 3 proposal. Tidak apa kan?" Tanya Donghae pada anggota panitia bagian Hubungan Masyarakat (HuMas).

"Gweancana Hyung, itu sudah tugas kami" ucap Seungcheol selaku coordinator bagian HuMas.

"Gomawo" Ucap Donghae sambil tersenyum bijak(?) lalu menyerahkan 3 proposal pada mereka.

"Kalau begitu kita deluan Hyung~" ujar Mingyu sambil membungkukkan badannya. Kemudian mereka berlima -Mingyu, DooJoon, WooYoung, Seokmin, SeungCheol- pamit dan pergi menggunakan 3 motor.

"Cha, kita juga bergegas mencari donatur" ujar Hyukjae semangat kemudian mereka berlima berjalan mencari -sekiranya mungkin Butik, Restauran, ataupun Kafe- yang mungkin bisa di berikan proposal. Namun setelah 4 gedung yang mereka masuki, keempat-empatnya menolak proposal mereka.

"Huft~ melelahkan~ tapi kita harus tetap mencari agar ada yang mau menerima proposal ini" ujar Suzy berapi-api

"Tapi ini sudah gedung keempat Suzy~"

"Tidak apa. Masih banyak gedung yang belum kita masuki Ailee. Semangat!" ujar Suzy sambil menepuk pundak Ailee. Sedangkan tiga namja di belakang hanya tersenyum melihat tingkah dua yeoja di depan mereka.

"Eoh!Lihat sepertinya itu Restauran yang baru di buka" ungkap Suzy bersemangat. "Soohyun-ah kau bisa bermain piano kan?" Tanya Suzy tiba-tiba

"Eh? Iya" kaget Soohyun yang di tanya tiba-tiba oleh Suzy. Tanpa aba-aba Suzy lalu mengambil satu proposal dan menarik tangan Soohyun memasuki Restauran itu. Sedangkan tiga orang lainnya hanya menunggu Soohyun dan Suzy di luar gedung -sepertinya mengerti dengan jalan pikiran Suzy-.

Dan benar saja sesaat Suzy menyerahkan proposal itu dan sedikit berbincang dengan pemilik restaurant itu. Kini dia telah berada di atas stage kecil di sudut ruangan dengan Soohyun yang berada di depan piano. Mereka menyanyikan lagu 'Love Yourself'. Dengan dentingan merdu piano dan halusnya suara Suzy membuat para pejalan kaki memilih menghampiri gedung itu entah untuk menikmati suara dan permainan piano Suzy-Soohyun atau untuk menikmati makanan di Restauran itu. Intinya proposal mereka akan berkurang satu yang membuat tiga orang di luar gedung tersenyum.


"Wahh~ Oppa aku akan menjadi penyanyi tetap di restauran ini. Dan mereka mengatakan akan mengembalikan proposal besok jika aku mau menerima tawaran mereka" ujar Suzy senang sambil memeluk lengan Hyukjae. Ngomong-ngomong mereka lagi berjalan pulang menuju ke Sekolah mereka karena hari sudah malam dan jam menunjukan pukul 7.45 p.m.

"Syukurlah~ dan aku yakin kau pasti menerimanya" ucap Hyukjae tersenyum lembut. "Hehehe tentu saja Oppa bahkan Soohyun pun akan menjadi pemain piano tetap" ujar Suzy riang. "Selamat selamat~ Lagipula duet kalian keren. Suaramu bagus Suzy-ah" ujar Ailee kagum dengan suara sahabatnya itu.

"Terima kasih, kalian berdua sangat membantu" ucap Donghae pada Suzy dan Soohyun yang berada di depannya. "No problem oppa, itu sudah tanggung jawab kita kan" Mereka kini sudah berada di depan gerbang Pearl Blue High School.

"Ne Hyung kita malah senang bisa membantu" ucap Soohyun tersenyum. Yang dibalas Donghae dengan senyum. "Cha karena sudah malam sebaiknya kalian pulang saja. Sisa satu proposal ini biar aku yang bertang…."

TUK

"Aww!" rintih Donghae saat merasakan pukulan di kepalanya yang tentu saja pelakunya Hyukjae. "Kau pikir aku tidak bertanggung jawab apa?!" kesal Hyukjae karena Donghae selalu memaksakan dirinya sendiri.

"Soohyun-ah kau bawa motor kan?" Tanya Hyukjae dan dijawab anggukan dari Soohyun "Tolong antar Suzy pulang ne" mohon Hyukjae dan lagi-lagi dibalas anggukan dari Soohyun. Kemudian Soohyun menghampiri motornya di tempat parkir Sekolah mereka "Oppa aku deluan" ujar Suzy kemudian menaiki motor Soohyun dan mereka meninggalkan tiga orang disana yang menatap kepergian mereka dalam diam.

"Ailee-ah!"

"Eoh?Doojoon-ah. Oppa aku deluan~ Donghae oppa jangan terlalu memaksakan diri oke" ucap Ailee kemudian meninggalkan HaeHyuk menuju Doojoon yang telah menjemputnya.

"Ck! Bahkan kekasihmu paham. Jangan terlalu memaksakan diri pabo" ucap Hyukjae sambil melipat tangan di dada. Donghae kemudian menghela nafas kemudian tersenyum "I'm not Hyuk" lalu berjalan meninggalkan Hyukjae. "Ck, keras kepala!" kemudian menyusul Donghae dan mensejajarkan langkah mereka.

Setelah lima belas menit berjalan dalam diam -bukan karena mereka sedang marahan namun karena kenyamanan dengan keberadaan orang yang di sebelah mereka- namun Hyukjae menyadari kalau jalan yang mereka lewati adalah jalan menuju apartementnya. "So, proposal yang satu ini gimana? Jangan bilang ka…"

"Tidak, aku berencana membawanya ke café Eteuk Hyung"

"Oh syukurlah, aku pikir kau masih mau memaksakan diri"

"Aku tidak mungkin terus membuat kalian khawatir kan" dan di tanggapi Hyukjae dengan anggukan berkali-kali yang membuatnya terlihat seperti anak kecil dan itu mengundang tangan Donghae untuk mengacak rambut halus Hyukjae -gemas-. Hyukjae tidak protes, as usually karena Donghae akan merapikannya kembali. Dan tentu saja sehabis mengacaknya donghae kemudian mengelus rambut Hyukjae agar kembali rapi(?).


"Apa yang membuat kalian datang kemari? Bukankah bulan ini kalian akan sibuk karena ulang tahun sekolah kalian?" Tanya pria dengan lesung pipi sambil meletakkan segelas Americano dan segelas hot chocolate pada meja yang telah di huni oleh pria tersebut mendudukan diri di hadapan mereka.

"Ini Teuk Hyung" Donghae lalu menyodorkan proposal yang berada di tangannya dari tadi. Kemudian pria yang dipanggil Teuk Hyung itu mengambil kertas tersebut yang kita tahu itu adalah proposal dan membacanya."Kau harapan terakhir kita Hyung~" ujar Hyukjae dengan wajah yang dibuat semelas mungkin -berusaha membujuk Hyungnya yang terkenal pelit -hemat membuat Donghae terkekeh melihatnya karena wajah Hyukjae yang malah terlihat lucu. Bahkan membuat Eteuk Hyungnya mencubit kedua pipinya.

"Tapi apa yang kudapat jika aku memberikan kalian dana?" sebenarnya dia hanya bercanda soal ini. Dia tahu bagaimana susahnya mencari donasi pada sebuah kegiatan. Dia hanya ingin melihat reaksi lucu Hyukjae sebenarnya. Namun, sayang sekali karena Donghae sudah mempersiapkan semua kemungkinan bukan. Saat Donghae mengatakan akan memberikan sebuah free card untuk makan di stand osis sebagai imbalan. Eteuk menolaknya dan mengatakan mereka bahkan sudah bosan melihat makanan tersebut karena setiap hari akan bertemu dengan makanan tersebut. Jelas saja usahanya adalah café.

"Aih~ Teuk Hyung~ ahhh bagaimana ini? Kalau proposal yang dibawa Suzy dan Soohyun tadi, disetujui karena mereka menyanyi dan bermain piano" Hyukjae bermonolog namun terdengar jelas oleh dua orang yang berada di samping kanan dan yang di depannya. "Tapi di café ini Hyung sudah memiliki penyanyi tetap~~" ujar Hyukjae lesu dan menjatuhkan kepala ke meja. Donghae sendiri sedang berfikir bagaimana cara membujuk Eteuk Hyung.

Terlintas tentang ide yang baru saja dia rencanakan tadi pagi bersama pegawai lainnya. Leeteuk pikir kenapa tidak memanfaatkan kesempatan sebagus ini. Maafkan aku Dongsaeng batin Eteuk "Hmmm aku akan membantu tentu saja, kalian kan sudah ku anggap sebagai keluargaku" ujar Eteuk sambil tersenyum simpul. Membuat wajah Hyukjae berbinar-binar dan wajah lega oleh Donghae.

"Tapi tentu saja ada syaratnya" kali ini Eteuk bukan tersenyum namun menyeringai.


"Eteuk Hyuuuunnggg. Tega sekaliii sihhh. Apakah harus seperti ini?Huhuhu" ucap Hyukjae merana.

"Kalau kau tidak mau membantu dan berkorban sedikit untuk kegiatan itu, kau bisa melepaskannya… Hyung tidak masalah sih kan kalian yang membutuh….."

"Iya Hyung iya, aku tidak akan mengeluh lagi!" jawabnya dengan wajah cemberut yang membuat Eteuk terkikik. "Tapi apa tidak ada syarat lain Hyung?"

"Tidak Hyuk! Kebetulan juga Hyung hari ini memilik ide ini jadi kau bersama pegawai wanita lainnya harus memakai ini oke. Jika rencana ini berjalan sukses, aku akan menjadikanmu pegawai tetap bagaimana? Bukankah kau sedang ingin mencari kerja parttime kan?" ujar Eteuk semangat sambil mengangkat-angkat alisnya.

"Benarkah hyung? Baiklah,,, eh tapi pegawai tetap tidak dengan baju-baju seperti ini kan?!" tanya Hyukjae dengan mata berbinar imut. Pasalnya dia memang lagi mencari kerja part time alasannya sih dia hanya ingin belajar mandiri, lagipula dia tidak mungkin merepotkan orang tuanya yang berada di Goyang-gi.

Dan Eteuk hanya tersenyum misterius membalas pertanyaan Hyukjae yang tidak terlalu diperhatikannya. Oh Hyuk, seandainya kau tau apa tujuan Eteuk hyungmu sebenarnya.

"Ja, sekarang keluarlah dan sambut pengunjung di depan. Hyung akan menyuruh pegawai wanita yang lain untuk menyusulmu...tentunya dengan baju maid ini, tenang saja kau tidak sendiri kkkk" ujar Eteuk sambil menarik tangan Hyukjae dari kamar ganti. Kemudian menuju ke beberapa pegawai wanita yang masih melayani pengunjung.

Donghae yang penasaran kenapa Hyukjae dan Eteuk lama memutuskan untuk menyusul mereka ke kamar ganti yang berada di ruangan belakang cafe.

"Eoh! Kenapa kau mengenakan pakaian itu?" Tanya Donghae saat mendapati Hyukjae yang merapat kedinding di samping pintu kamar ganti yang tertupi lemari kecil. "Masih bisa bertanya? Ini semua karena usulanmu TT. Aku harus memakai ini dan menyambut pengunjung yang datang Donghae~ huhuhu" jelas Hyukjae mendramatisir dengan wajah merana yang membuat Donghae tertawa ringan(?). "Hahaha maafkan aku Hyuk. Aku tidak berpikir kalau Eteuk Hyung akan menyuruhmu untuk langsung memakainya" ucapnya meminta maaf sambil memhampiri Hyukjae yang masih bersembunyi(?) kemudian menarik pinggang Hyukjae menjauh dari dinding yang membuat mereka kini berhadapan.

Donghae tersenyum "Tapi tenang saja, kau cocok memakainya. Tidak akan ada yang mengira jika kau pria Hyuk" kata Donghae sambil memutar-mutar tubuh Hyukjae dan dihadiahi Hyukjae sebuah pukulan didada bidangnya. Jadi, memang Donghae mengusulkan Hyukjae (karena dia juga mascot stand/café osis) untuk memakai pakaian maid saat mendengar syarat yang diajukan Eteuk. Namun saat itu Hyukjae sedang ke toilet jadi dia tidak mengetahui syaratnya.

"Eoh, Hyuk bukankah Hyung menyuruhmu menyambut pengunjung? Kenapa masih disini?" Eteuk yang bersama pegawai wanita yang akan berganti pakaian bertanya pada HaeHyuk -tepatnya Hyukjae-. Sedangkan para pegawai wanita menatap kagum pada Hyukjae kemudian terlihat bersemangat untuk mengenakan pakaian maid yang berada ditangan mereka. Ps. tangan Donghae masih berada di pinggang Hyukjae.

.

Donghae yang dari tadi memperhatikan Hyukjae, menyadari jika pria yang sedang menghampirinya memiliki niat buruk.

.

.

.

"Ini dia pesanannya. Segelas moccalatte dan segelas strawberry milkshake! Please enjoy adik manis" ujar Hyukjae membawakan pesanan pengunjung -seorang wanita dengan seorang anak perempuan-. "Gomawoyo eonni~ " balas anak perempuan tersenyum manis kepada Hyukjae dalam pakaian maidnya. Sebenarnya Hyukjae ingin protes dengan panggilan itu, tapi dia bisa apa?! Kondisinya tidak mendukung.

"Ada yang bisa saya bantu tuan?"

Suara Donghae terdengar tiba-tiba dari belakang Hyukjae yang dibalas dengan suara kesakitan seorang pria. Dan saat Hyukjae berbalik Hyukjae melihat Donghae sedang memelintir tangan seorang pria. Sedangkan Donghae yang melihat Hyukjae menatapnya lalu meletakan mahkota di kepala Hyukjae -dengan tangan kirinya- yang menambah kebingungan Hyukjae ditambah Donghae yang memakai kostum layaknya pangeran.

"Maafkan kami, tapi princess kami sedang sibuk. Jadi jika tuan memerlukan sesuatu, tuan bisa memanggilku" ujar Donghae masih dengan tangannya yang memelintir pria didepannya. "Aww...aww...aww tidak, tidak" jawab pria itu sambil merintih kesakitan.

"Dan jika tuan melakukan pelecehan disini, kamera cctv kami selalu merekamnya dan tuan akan dituntut"

"Ah iya,iya maaf...maaf...maaf aku tidak bermaksud melakukannya" ujar pria itu lalu keluar dari cafe sesaat setelah Donghae melepaskan tangan nya.

Hyukjae dari tadi melihat kejadian itu dan seakan paham akan situasi yang terjadi kemudian menggengam tangan kiri Donghae lalu berbisik "Gomawo Hae~" ucapnya tulus. Donghae yang mendengarnya kemudian mengelus tangan Hyukjae yang menggenggamnya erat entah kenapa.

Clap clap clap clap clap clap riuh tepuk tangan terdengar kemudian disusul dengan teriakan dari pengunjung café.

"Wahhh apakah ini drama musikal?"

"Kerennnn! Mereka berdua sangat serasi"

"Apa ini bagian dari pertunjukan café?"

"Kalau begini aku mau ke café ini setiap hari!"

Itu komentar beberapa pengunjung yang disetujui oleh pengunjung lain.

Hyukjae yang merasa ini kesalahpahaman mencoba untuk menjelaskan "Ah maaf Tuan dan Nyonya, ini buk….."

"Yup! Ini adalah suatu pertunjukan setiap minggunya. Setiap minggunya kami akan membuat sebuah pertunjukan yang berbeda. Jika kali ini bertemakan kerajaan, sabtu depan kami berencana menggunakan tema bajak laut. Jika kalian ingin melihatnya kalian bisa datang Sabtu depan" Namun sebelum Hyukjae menyelesaikan kata-katanya, Eteuk datang dan mengumumkan rencananya. Sambil merangkul HaeHyuk. Dia tersenyum senang dalam hati kejadian tak terduga ini memberikan keuntungan walaupun dia merasa bersalah karena Hyukjae hampir menjadi korban.

Dan para pengunjung lalu heboh dengan ide café ini yang beda dari café yang lain. Kemudian mereka mulai menyebarkan info ini ke teman-teman mereka –sepertinya, karena mereka langsung mengambil handphone mereka dan mulai mengetik-. Eteuk kembali ke ruangannya dengan perasaan senang melihat hal itu, dia benar-benar berterimakasih pada dua orang dongsaengnya ini.

"Oppa sangat tampan dan keren! Aku mau jadi kekasih oppa!"

"Tapi oppa sudah bersama Princess eonni ini" Donghae berpura-pura sedih, lalu menarik tangan Hyukjae yang masih terbengong mendengar kata-kata Eteuk tadi –masih dengan tangan yang bertaut-.

"Ah, eonni kau harus mengalah sama anak kecil"

"Eh?!" itu bentuk ungkapan heran Hyukjae disaat bersamaan, saat Donghae melepaskan tautan tangannya dan kata-kata yang dikeluarkan adek manis itu. Sedangkan Donghae kembali ke ruang pegawai sambil terkekeh mendengar kata-kata dari anak kecil tadi.

Lagi Hyukjae merasa kehilangan saat Donghae melepaskan tautan tangannya. Kemudian melihat punggung Donghae. Kenapa?

"Eonni mulai sekarang kita musuh! Aku akan merebut Pangeran oppa darimu" tegas adek manis itu dengan wajah seriusnya. Eh? Sepertinya ada kesalahpahaman disini oh Lee Donghae kau sungguh kejam membuatku bermusuhan dengan pelanggan. Rasanya Hyukjae ingin mengatakan jika dia namja dan bukan couple Donghae. Tapi Hyukjae bisa apa?! Jadinya dia hanya tersenyum miris mendengarnya.

'DASAR IKAN BADUT!' maki Hyukjae dalam hati.

.

Selesai menyelesaikan syarat Eteuk. Eteuk menepati janjinya untuk memberikan donasi pada HaeHyuk saat itu juga. Yang dihadiahkan pelukan dari HaeHyuk. Karena donasi yang diberikan oleh hyung mereka itu lebih dari apa yang mereka harapkan.

.

.

.

Dan seminggu itu telah terlewati. Para donatur tidak semua memang yang menyumbangkan dana tapi syukurlah donasi dari beberapa donatur itu lebih dari cukup dalam membantu anniversary Sekolah mereka. Dan syukurlah kegiatan dalam rangka Anniversary mereka ini berjalan dengan lancar. Stand Osis terutama, banyak sekali yang mengantri untuk mencoba menu café atau lebih tepatnya berfoto dengan Hyukjae. Yah bisa dibilang Hyukjae menjadi artis dadakan. Meskipun sebagian dari mereka telah mengetahui jika Hyukjae adalah namja. Namun tidak sedikit yang medeklarkan kalau mereka mulai hari ini menjadi fans Hyukjae.

.

.

"Hey! Kau betah ternyata menggunakannya, apakah itu nyaman?" tanya Donghae yang bersandar di pintu menghadap punggung Hyukjae.

Hyukjae yang saat itu sedang memperhatikan anggota yang lain merapikan ruangan Osis seperti semula sambil melihat daftar menu yang telah dilaminating langsung berbalik dan menghadiahkan daftar menu yang sebelumnya telah ia gulung tepat ke wajah Donghae. Donghae mendengus merasakannya.

"Ya, aku cuma bertanya. Lagipula sampai sekarang kau masih menggunakannya sedangkan kegiatannya telah selesai dari 55 menit yang lalu. Apa aku salah?" ucap Donghae tidak terima terkena lemparan Hyukjae dan hei, ini sakit lihatlah goresan yang tercipta di pipi kirinya yah,,, meskipun kecil.

"Heh, caramu bertanya dan mengejek itu tidak ada bedanya" Hyukjae berjalan ke arah Donghae "Aku masih menggunakan ini karena ajaibnya seragamku yang berada di loker hilang bahkan seragam olahraga yang sengaja aku taruh untuk jaga-jagapun tidak ada, hufftt" ucapnya dengan raut wajah sedih setelah sampai didepan Donghae

"Hyuk, kau berbicara seolah-olah di Sekolah ini memiliki seorang pesulap" ujar Donghae heran kenapa hanya loker Hyukjae yang dicuri jika misalkan ada pencuri sedangkan loker yang lain tidak ada yang kehilangan -sambil mengelus luka goresan dipipinya-

"Apa itu sakit?" tanya Hyukjae yang melihat Donghae mengelus luka di pipinya. "Ck, aku bukan superhero yang tidak sakit jika terluka meski ini luka kecil" Donghae meringis. Hyukjae berjalan kearah lemari dekat gudang atau yang sebelumnya adalah dapur café stand Osis dan mengambil kotak P3K lalu membawanya ke salah satu meja dan mengisyaratkan Donghae menghampirinya setelah sebelumnya ia telah terlebih dulu duduk di kursi pada meja tersebut.

Donghae mengikuti intruksi Hyukjae dan mendudukan diri disampingnya. Hyukjae mulai membuka kotak obat lalu mengambil alcohol 70%, obat merah, kapas, dan kain kasa. Hyukjae membersihkan luka Donghae dengan alkohol terlebih dahulu lalu memberikan obat merah menggunakan kasa. Hyukjae sangat telaten melakukannya. Donghae secara tidak sadar memperhatikan wajah Hyukjae yang saat ini sangat dekat dengannya. Kalau boleh jujur Hyuk terlihat cantik saat ini dengan makeupnya yang natural.

Bibirnya yang hanya menggunakan lipgloss tanpa warna, blush on tipis berwarna pink sehingga pipi Hyukjae seperti merona dan itu terlihat sangat manis, lalu eyeliner yang membentuk matanya yang sipit menjadi indah. Kemudian leher jenjangnya hingga bagian ujung tulang dadanya terlihat membuat Hyukjae terlihat seksi.

"Cha, kkeut" ujar Hyukjae saat selesai memberi perawatan kepada luka Donghae yang dibalas senyuman terima kasih dari Donghae.

"Wah, manissss!" ujar Sungmin sambil membawa kameranya kearah HaeHyuk. "Apanya?" koor Hae dan Hyuk "Aku tadi mengambil foto saat kau mengobati Donghae dan kalian terlihat sangat manis di foto ini, apalagi ekspresimu Hyuk. Coba tadi ada sesi mengobati luka seperti tadi. Pasti yang datang ke stand kita lebih banyak dari yang tadi" jawab Sungmin ngawur sambil melihat hasil jepretan moment HaeHyuk tadi "Memang, kau pikir yang tadi itu sedikit hyung, kau tahu aku lelah di dapur saking banyaknya pesanan" ujar Ryeowook

"Oppa, kajja kita ke lapangan lihat kembang api" ajak Suzy pada Hyukjae.

"Ahh Suzy-ah, sepertinya kau deluan saja bersama yang lain aku mungkin akan lama di toilet" Hyukjae menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal -tanda dia merasa tidak enak karena berbohong- kemudian hendak pergi ke toilet.

"Eh tapi kan kau sangat ingin melihatnya oppa. Gweanchana oppa, aku akan menunggumu"

"Jang..."

"Tenang saja aku akan memastikan dia bisa melihat kembang api nanti Suzy-ah. Jadi kalian bisa pergi deluan" Belum sempat Hyukjae melancarkan sanggahannya Donghae sudah menginterupsi dari tempatnya duduk.

Berfikir sejenak lalu Suzy pun mengiyakan dan pamit kemudian menuju lapangan bersama beberapa anggota. Dan Hyukjae yang berlalu menuju toilet Sekolah.

.

"Aku tau kau tak ingin kebawah sana dengan baju seperti ini kan?" Donghae menghampiri Hyukjae di toilet dan melihat Hyukjae sedang mencuci mukanya. Dia memang sedang membersihkan make upnya dan melepas wignya.

"Eum, sudah paham kan? Kau turunlah kebawah dan sebelum aku menemukan baju gantiku aku tidak akan melihat kembang api huhuhu" ujar Hyukjae mendramatisir. Iya Hyukjae beralasan akan lama di toilet untuk menghindari ajakan turun kelapangan. Demi apapun mau taruh dimana muka Hyukjae jika saat anniversary Sekolah sudah usai tetapi dia masih mengenakan baju maid ini. Belum lagi ejekan dari siswa lain –yang sebenarnya adalah godaan karena dia terlihat cocok dengan kostum maid-.

.

.

Dan disinilah mereka di bukit belakang Sekolah. Lagipula Donghae sudah berjanji pada Suzy untuk memastikan Hyuk dapat melihat kembang apikan.

"Hyuk duduklah" ujar Donghae sesaat setelah mereka telah mencapai puncak bukit belakang Sekolah mereka -dengan Donghae yang telah duduk beralaskan beberapa daun karena memang tanah di sekitar bukit basah dan bersandar pada pohon besar dibelakangnya dengan melipat kakinya- yang kemudian menyadarkan Hyukjae yang sepertinya masih terkagum dengan pemandangan sekitar.

"Donghae jangan mempermainkanku. Aku tahu kau mengerti jika aku lelah. Tapi disini tidak ada bangku, bodoh!" memutar matanya jengah dengan candaan tidak lucu Donghae.

"Ck, maksudku duduk disini genius." sindir Donghae sambil menepuk pahanya yang sedang duduk bersila. "MWO?!" seru Hyukjae dengan ekspresi seakan-akan Donghae akan memperkosanya.

"Jangan bertingkah seakan-akan aku akan menidurimu Hyuk" dia membaca pikiranku batin Hyukjae. "Seperti kau baru duduk dipangkuanku saja" heran dengan sikap Hyukjae seakan ia baru pertama kali ini duduk dipangkuannya. Padahal mereka sudah sering melakukannya. Dan bahkan Hyukjae yang memulainya deluan.

'Iya sih, tapikan tidak dengan baju maid yang roknya super pendek ini plus hanya kita berdua ditengah hutan' batin Hyukjae berlebihan dengan pipi yang memerah. Oh please Hyuk bahkan kalian masih dapat melihat kendaraan yang berlalu lalang didepan sana. Karena merasa pipinya memanas ia mengangkat tangan guna menangkup pipinya imut.

Mengerti ekspresi Hyukjae, Donghae berujar lembut "Aku hanya tidak ingin kakimu lecet karena terlalu lama menggunakan higheels itu Hyuk" seperti kembali sadar, Hyukjae akhirnya duduk dipangkuan Donghae lagipula Donghae benar, ujung jari-jari kakinya dan kelingking jari kakinya sudah perih dan tumitnya juga sakit.

Melangkah mendekati Donghae membelakanginya dan seperti slow motion Hyukjae mulai meletakkan(?) –dengan sedikit mencondongkan- bokongnya ke paha Donghae yang telah duduk bersila. Yang membuat Donghae dapat melihatnya dengan jelas bokong mulus Hyukjae.

Uh Oh apa yang terjadi? Kenapa Donghae memalingkan wajahnya yang terlihat samar memerah itu kesamping? Namun setelah merasakan Hyukjae telah duduk dipangkuannya. Menghela nafas –lega(?)- lalu menghadapkan wajahnya kedepan lagi.

"Err, Hae bisakah kau luruskan kakimu?" ucap Hyukjae seraya menggaruk(?) pipinya yang memerah dengan telunjuknya.

"Hmm?"

"Eemm… karena kau duduk bersila, jadi….jadi bokongku tidak mendapat cukup tempat… dan ini kurang nyaman" cicitnya dengan wajah yang memerah. Mereka memang pernah mandi bersama, tapi untuk berbicara -yang menurut Hyukjae- intim seperti ini, ini pertama kalinya. Dan itu ditangkap oleh Donghae.

Donghae terkekeh "Kau tidak perlu mengatakannya dengan wajah memerah seperti itu, Hyuk" candaan Donghae yang membuat Lee Hyukjae ingin berendam air es sekarang juga karena wajahnya yang terasa panas. Donghae lalu memegang pinggang Hyukjae mengangkatnya lalu meluruskan kakinya kemudian meletakkan Hyukjae kembali di pahanya. Refleks kaki Hyukjae menekuk di samping paha Donghae. *semoga kalian paham posisinya*

"EEHHH itu tidak adil Hae kau mengangkatku semudah itu?" rengekan Hyukjae.

"Itu karena kau sangat ringan. Aku heran makanmu banyak tapi kenapa beratmu tidak pernah bertambah?" sambil menyentuh lembut pinggang ramping dan perut rata Hyukjae, Donghae membuktikan(?).

"Oh bukankah itu kelebihanku jadi aku tidak perlu menjaga pola makanku hahaha"

Donghae tersenyum melihat tingkah sahabat dipangkuannya. Donghae kemudian melepas sepatu yang Hyukjae kenakan. Hyukjae yang sebenarnya tak tau tujuan Donghae melepas sepatunya, hanya ikut membantu Donghae melepas sepatunya. Namun, setelah ia rasakan elusan lembut di jari-jari kakinya yang terasa perih dan tumitnya yang sakit, ia baru mengerti. Donghae mencoba untuk menghilangkan sakit di kakinya. Sahabat pengertian batin Hyukjae.

Meski tidak terlalu berefek tapi rasa sakit dan perihnya mulai menghilang. "Sshh" ringis Hyukjae. "Masih perih?" Hyukjae mengangguk, lebih dilembutkan lagi usapannya pada kaki Hyukjae.

"Kau tidak memakai kaos kaki?"

"Ryeonggu tidak menyiapkannya" nyaman. Sangaaattt nyaman. Donghae hanya mengelus kakinya tapi kenapa ia merasa nyaman. Oh jangan lupakan ia yang sedang berada di pangkuan Donghae.

"Oh ya Hyuk, ada yang ingin aku tanyakan" menghentikan elusan di kaki Hyukjae dan meletakkan tangannya di paha Hyukjae.

"Kau tidak memakai celana pendek"

"Hu'um, kau pikir siapa yang menyiapkan semua baju ini?!"

"Eh? Kau tidak memakai bokser dari rumah?

"Bokserku habis dan aku belum sempat mencucinya. Jadinya aku memakai dalaman SMPku yang kudapat di lemari. Well, daripada tidak memakai apa-apa" jelasnya masih dengan pandangan takjub melihat pemandangan sekitar. Namun itu tidak berlangsung lama setelah sadar sesuatu yang ganjal dari percakapan ini.

"KYAAAA! KAU MELIHATNYA HAE?" histeris Hyukjae seperti wanita yang akan di culik.

"Hu'um, saat kau hendak duduk tadi" jawabnya santai seperti hal yang dilihatnya itu lumrah untuk dilihat. Tidak sadar saja tadi wajahnya sempat memerah. "Pantas saja tadi pipi bokongmu terlihat sebagian, ternyata itu dal… ugh…aw" ucapan vulgar Donghae berhenti karena Hyukjae yang menyiku perutnya meski dengan wajah memerah.

"Jangan membicarakan hal seperti itu secara blak-blakan idiot!" masih terus menyiku Donghae meski dia tengah malu setengah mati. "Hei, ya, ya, baiklah. Hei Hyuk iya, aw aku mengerti, aw berhenti menyiku perutku Hyuk" mengelus perutnya, Hyukjae laki-laki! Tentu saja pukulannya sakit.

"Idiot!" masih dengan wajah yang merah. Apakah wajahnya tidak bisa berhenti memerah? Donghae terkekeh, hari ini Hyukjae banyak sekali memerah. "Hmm, bagaimana kakimu?" lalu kembali mengelus kaki Hyukjae. "Untuk sekarang sih tidak terasa sakit. Mungkin akan kembali sakit jika aku memakainya lagi" menunjuk highheelsnya yang berada di samping paha Donghae dijadikan alas kaki Hyukjae. Sepersekian detik! Secepat itu Donghae dapat mengalihkan perhatian Hyukjae yang sedang kesal padanya.

"Pulang nanti mau ku gendong(?) ?"

Memutar tubuhnya ke arah Donghae, membentuk jari telunjuk dan ibu jarinya menjadi huruf O "Ok, call!"

.

.

"Kita sudah duduk 2 jam disini dan mereka belum menyalakan kembang apinya?"

"Jangan berlebihan Hyuk, kita belum duduk selama itu"

"Menghiraukan penyataan Donghae, Hyukjae mengambil tangan kiri Donghae lalu mendekatkan ke wajahnya guna melihat jam berapa sekarang. Setelahnya meletakan telapak tangan Donghae kembali keatas pahanya yang sebenarnya polos tanpa kain yang menutupi karena roknya yang pendek. Jika dari sudut pandang orang lain pasti mereka sudah salah paham, karena itu terlihat seperti Donghae sedang meraba paha Hyukjae.

"Dan ini bahkan sudah lewat 15 menit dari jam 10. Apa tidak jadi ya?" risau Hyukjae sambil memutar tubuhnya kebelakang ke arah Donghae.

"Mungkin ada sedikit kesalahan, Hyuk. Tunggu saja. Aku rasa tidak mungkin jika tidak jadi karena tadi aku melihat mereka membawa 2 karton kembang api" balas Donghae dengan senyum menenangkan.

"Really? Apa dana mereka lebih banyak? Mereka jjang!"

"Maybe, dan sepertinya sudah dimulai" tunjuk Donghae dengan dagunya yang membuat Hyukjae menghadap ke depan dan terpesona dengan apa yang dilihatnya. Dari kecil Hyukjae memang seperti memuja kembang api, entah kenapa melihat benda-benda itu yang pecah diatas, terang benderang dengan bermacam warna-warni membuat Hyukjae selalu merasa ada sesuatu yang meledak-ledak juga dihatinya entahlah, iya selalu merasa ingin melihatnya terus. Dengan kata lain kembang api dalah fetishnya.

"Wahh daebak!" pujinya dengan mata berbinar dia tidak sadar telah menggenggam erat tangan kiri Donghae yang berada di pahanya saking terpesonanya dengan kembang api. Komentar kekaguman lain ia lontarkan saat kembang api itu meledak diudara secara bergantian. Seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat kembang api. Membuat Donghae tertawa kecil melihat tingkahnya dan kemudian bersandar pada pohon sambil mengikuti Hyukjae menonton kembang api.

Semenit kemudian Donghae memeluk Hyukjae saat melihat Hyukjae mengelus lengan kirinya karena kedinginan. Memeluk pinggang Hyukjae dengan tangan kirinya yang secara tidak langsung tangan kiri Hyukjae yang sedang menggenggam tangan Donghae ikut memeluk dirinya sendiri. Namun Hyukjae tidak terlalu menggubris karena ia masih terpesona dengan kembang api. Dan Donghae memeluk lengan kiri Hyukjae dengan tangan kanannya sambil mengelus - menghilangkan sedikit rasa dingin- yang membuat Hyukjae bersandar pada dada Donghae dan Donghae yang meletakkan dagunya pada bahu Hyukjae.

Ugh, apa mereka tidak sadar posisi mereka intim? Bahkan siapapun yang melihat mereka seperti ini akan mengira mereka adalah pasangan dan bukan sahabat. Ck, they and their habit in the name of friendship?

.

.

.

Dan sesuai apa yang mereka sepakati, Donghae mem-piggyback Hyukjae menuju apartemen Hyukjae. Oh, sebelumnya Donghae memberikan Hyukjae jasnya dan kemudian menggendongnya di punggung. Dan tentu saja jas Donghae dapat menutupi seluruh bokong Hyukjae. Syukurnya mereka pulang tengah malam sehingga tidak banyak pejalan kaki yang dapat melihat paha Hyukjae yang terekspose karena roknya yang sama sekali tidak membantu. Mereka sesekali berbincang namun saat hendak menaiki lift, Donghae dapat merasakan hembusan nafas Hyukjae yang teratur pertanda ia telah jatuh tertidur.

.

.

BIP BIP BIP BIP BIP BIP

CKLEK

"Donghae?"

"OH Sora noona!" kagetnya. Karena setahunya Hyukjae sedang tinggal sendiri. "Aku pikir noona dirumah Haesung hyung?" melepas sepatunya dengan kakinya lalu mengganti dengan sandal rumah.

"Iya sih, tapi tadi pagi eomma memintaku untuk mengantar strawberry yang baru dipanen itu untuk Hyukie." Menunjuk sekeranjang buah strawberry segar diatas meja makan. "Dan karena aku juga merindukannya jadinya aku memilih menginap disini saja malam ini"

Mereka berbincang sambil mengantar Hyukjae kekamarnya lalu Donghae meletakkan Hyukjae diatas tempat tidur secara perlahan dibantu Sora.

"Kau juga menginap saja disini Donghae. Apartemenmu lumayan jauh dan ini sudah dini hari. Lagipula besok kan hari minggu" Tawar Sora mengkhawatirkan Donghae atau...

"Oh, ini bukan karena noona tidak mau mengganti baju Hyukjae kan?"

"Itu kau tahu hahaha dia sangat susah dibangunkan. Dan dia akan berisik besok pagi, jika tahu dirinya tidur tanpa membersihkan diri dulu, huh~" Donghae hanya terkekeh mendengar keluhan Sora. Dalam kasusnya entah kenapa membangunkan Hyukjae adalah hal yang paling mudah iya lakukan.

"Iya noona aku akan menginap, lagipula itu memang rencanaku saat membawanya pulang."

"Good! Eoh, aku tahu Hyukjae disuruh memakai baju maid, tapi aku tidak tahu kalau pakaian itu sangat cocok ditubuhnya."

"Agree with you noona"

Dan mereka berdua tertawa karena tahu jika Hyukjae mendengarnya pasti dia akan kesal.

tbc

EMPAT TAHUN!

Oh my lord 4 tahun baru ngelanjutin ff ini TT_TT maafkan aku guys. Aku gak mau ngebuat alasan apa-apa karena ini pure kemalasanku. Maaf again *deepbow