YAOI, Typo(s), Alur berantakan, OOC (maybe)
Hari
ini kami akan tampil di inkigayo dalam acara comeback 6jib kami. Kalian pasti
sudah tahu siapa kami? Yupz, kami adalah SJ boyband yang telah mendunia, bisa
di bilang begitu dan itu adalah harapan kami. Kami saat ini sedang melakukan latihan
untuk acara comeback nanti. Kalian pasti bertanya, kenapa harus latihan dance
lagi,, padahal kami sudah menghafal gerakkannya.
Aku akan
menjelaskannya, bukan berarti karena kita sudah menghafal gerakkan dance
tersebut lantas kami tidak akan latihan lagi. Itu salah besar, kami latihan
untuk memantapkan dance kami lagi, kami tidak ingin berbuat kesalahan di stage
nanti dan membuat malu ELF. Intinya kami ingin menampilkan yang terbaik for our
girl, ELF.
“eunhyukie,donghae-ah,
cepatlah yang lain pada sudah siap” teriak yesung hyung. omo, kami terlarut
lagi dalam latihan dance kami, hingga lupa waktu begini. Aku bangkit dari dudukku
dan berdiri di samping kanan donghae.
“NE
HYUNG, SABARLAH” teriak donghae tepat di telingaku karena pintu berada tepat di
didepanku yang berada di samping kanannya.
Pletak
“appo,,,
ya! Apa yang kau lakukan eunhyuk-ah” protesnya sambil mengelus-elus bekas
jitakanku tadi.
“kau
ingin aku tuli, eoh? Berteriak di telingaku seperti itu” kataku sambil
mengelus-elus kupingku yang hampir pekak.
“siapa
suruh kau berada disitu? G’ ada kan, makanya jangan disitu udah tau juga
pi..”omongannya terputus karena aku
membekap mulutnya dengan tangan kananku sehingga dia berada di samping kananku
sekarang. Tangan kanannya berusaha membuka bekappan tanganku pada mulutnya “kau
cerewet sekali, jangan keluarkan sifat kekanakanmu saat ini. Cepat san..”
“Ya!!
Lee donghae apa yang kau lakukan, huh? Kau jorok sekali,,,” aku membersihkan
telapak tanganku pada bajunya yang berkeringat itu, “aish.. sama saja makin
kotor juga. Dasar kau donghae, jorok banget sih” kataku mencoba menghilangkan
rasa sentuhan lidahnya pada telapak tanganku. Yupz, dia menjilat telapak
tanganku, jorok banget kan.
Dia
hanya terkekeh melihatku seperti ini, dasar gila bukannya bertanggung jawab
menghilangkan ludahnya pada telapak tanganku, malah dia tertawa. “hahaha,
mukamu eunhyuk-ah lucu sekali” tawanya sambil memegang perutnya. Oke, kali ini
dia tidak terkekeh, tapi,,, tertawa terbahak-bahak. Menyebalkan..
“Terserahlah,
sudah cepat kita kembali ke dorm sebelum Jongwoon hyung kembali lagi dan
mengeluarkan aura keanehannya itu” aku berjalan deluan keluar pintu ruang
practice dance itu sambil mematikan lampu ruang tersebut. Aku mengalah saja dan
tidak melawan kata-katanya, kalau dia sudah mengeluarkan sifat kekanakannya
itu, bakalan panjang tuh masalah kalau aku meladeninya.
Donghae pov
“Ya!
Eunhyuk-ah,, changkamman” teriakku memanggilnya. Dia berjalan cepat sekali. Apa
dia sengaja melakukan itu karena kesal denganku soal masalah tadi, tapi eunhyuk
bukan orang seperti itu kok. Dia menghentikkan langkahnya, aku menghampirinya.
“hyuk,
kau…”
‘’mianhae”
Dia
meminta maaf, untuk apa? Perasaan, aku yang salah deh,,
“aku
lupa kau takut terhadap gelap. Gweanchana?” tanyanya dengan raut wajah
khawatir. Oke, aku merasa bersalah sekarang mengerjai seorang malaikat seperti
dia. Selalu,, dia selalu bersikap dewasa terhadapku walaupun seringnya dia
cuek. Tapi,, aku senang melihat wajahnya saat ku kerjai, ya,, saat ku sedih
hanya mengingat wajah itu aku pasti bisa tertawa.
“donghae-ah
gweanchana, kenapa kau senyum-senyum begitu. Jangan-jangan kau kesambet”
mimiknya berubah, takut? Bukan,, dia tidak takut, malah raut wajah khawatirnya
yang makin kentara . “ah, aniyo eunhyuk-ah. Nan gweanchana. Aku hanya mengingat
sesuatu yang lucu” jelasku.
Dia
menghela nafas “syukurlah, kajja, ppali kita kembali ke dorm, sebelum jong woon
hyung mengeluarkan aura anehnya itu lagi” katanya tersenyum sambil menarik
tanganku. ini memang bukan kali pertamanya dia menarik tanganku. Tapi, ini
pertama kalinyanya dia menggengam erat tanganku dan no camera. Hangat dan
entahlah… ini terasa nyaman.
“aku,
sungguh tidak suka aura itu,, hiii menyeramkan!” katanya menampilkan gummy
smilenya sambil melihatku yang berada di belakangnya yang sedang dia tarik. Aku
tersenyum kearahnya dan mengangguk menyetujui kata-katanya itu.
“ya!!
Apa maksudmu itu eunhyukie?”
“uwwah!!!”
teriaknya kaget “eh,, hyung hehe” dia
melepaskan genggaman tangannya dariku, dia nyengir tak jelas dan menggunakan
jari telunjuknya untuk menggaruk-garuk
atas kepalanya yang tidak gatal itu sambil memiringkan kepalanya. Kebiasaan
kalau dia gugup, sungguh imut padahal dia seorang namja. Jujur aku merasa
kehilangan genggaman tangannya tadi itu.
“jawab
Eunhyuki” jongwoon hyung menghampiri kami. “LARRIIIII, DONGHAE-AH AKU DELUAN!
HYUNG MIANHAE, saranghaeyo,, jeongmal”
DEG
Kenapa
ini? Kenapa dada kiriku jadi sesak begini sih?
Normal pov
“Dasar
monkey,,,” jongwoon tersenyum melihat salah satu dongsaengnya yang hyperactive
itu. Dia berbalik melihat donghae dan yang dia dapatkan adalah donghae yang
sedang meremas dada kirinya dengan menutup mata.
“donghae-ah gweanchana” donghae sadar di sana
masih ada hyungnya, ia lalu membuka matanya “ gweanchana hyung” donghae
mengeluarkan senyumnya.
“tapi, tadi…”
“tidak
apa-apa hyung, ayolah kita bersiap-siap kau tidak mau membuat our girl menunggu kan” donghae pura-pura
tertawa. Terimakasih kepada kemampuan aktingnya, dan sepertinya jongwoon pun mempercayainya.
Donghae berjalan deluan dengan menahan rasa di dadanya itu. Dia sama sekali
tidak mengerti apa yang dirasakannya. Sehingga dia mencoba mengabaikannya.
Yesung pov
Hahaha
,, donghae-ah jangan bohongi perasaanmu lagi. Kita tunggu saja sampai kapan kau
akan bisa menahan perasaan itu.
Skip time-
Sekarang
member telah melakukan interview di inkigayo. Ya, mereka telah sampai di gedung
SBS. setelah sebelumnya membagikan ice cream kepada ELF yang sesuai janji Eteuk
kemarin, mereka langsung melakukan interview sebelum penampilan Comeback
mereka. Kini tiba saatnya mereka menampilkan penampilan mereka yang di awali
dengan lagu From u dan yang akan di lanjutkan dengan Sexy, Free & Single.
Eunhyuk pov
“Baby,
baby,baby, baby,baby”
“
neol gomapgo saranghanda “
Itu
lirik terakhir dari lagu ini. Ku lihat jongwoon hyung merentangkan tangannya
ingin memelukku. Yaaa, aku tidak mau di peluk dengan aura anehnya. Ottokhe?
Tidak mungkin kan aku berlari dan meminta tolong pada Ryeonggu, saat ini kamera
masih on. Ah mending ku peluk diriku sendiri saja deh.
Aku
memeluk diriku sendiri dan menundukan wajahku berharap Jongwoon hyung tidak
jadi memelukku. Tapi, ternyata dia malah secara paksa menarikku ke dalam
pelukkannya. Dasar hyungku yang satu ini. Aku biarkan saja deh hyung memelukku
lagipula ini juga nyaman.
Yesung pov
“ neol gomapgo saranghanda “
Aku
melirik ke sebelah kananku dan melihat donghae sedang memeluk kyuhyun. Lalu aku
mengalihkan pandanganku kearah kiri, tepatnya kearah Eunhyuki. Yang sebelumnya
ku menatap Ryeowooki dan meminta izin padanya untuk memeluk Eunhyuki karena
KyuHae yang sedang berpelukkan dengan isyarat tatapan mata. Dan ya, seperti
yang ku duga dia pasti mengijinkannya.
Aku
lalu merentangkan tanganku kearah Eunhyuki dan apa-apaan itu kenapa dia memeluk
tubuhnya sendiri dan menundukkan kepalanya. Apa dia telah melihat KyuHae hug?
Ya iyalah, tentu saja Jongwoon babo, dia melihatnya karena daritadi dia
menghadap kearah kanan . Aku langsung saja memeluknya.
Donghae pov
“neol
gomapgo saranghanda”
Lirik
terakhir yang di katakan oleh Teuki hyung, karena aku berhadapan dengan Kyuhyun
aku langsung saja memeluknya. Lama aku memeluknya hingga kamera off. Aku
melepaskan pelukan kami dan tanpa sengaja ku melihat kearah kiriku.
Apa-apaan
itu kenapa jongwoon hyung memeluk Eunhyuk seperti itu. Aku saja dengan Kyu
tidak sedekat itu kok. Eunhyuk juga mau-maunya dipeluk seperti itu. Dasar,,,
1 detik
5
detik
Changkamman,
ada apa denganku? Kenapa aku seperti seorang cowok yang cemburu saat ceweknya
dipeluk. Ini lagi kenapa dadaku terasa sesak sih. Jangan-jangan aku punya
penyakit jantung , andwe!! Sebaiknya aku harus segera memeriksakannya ke
dokter.
In Waiting Room
Normal pov
Donghae
terlihat sedang duduk menyandarkan badannya pada sandaran sofa yang terdapat di
ruangan itu sambil meremas dada kirinya yang terasa perih, bisa dibilang begitu,
dengan mata tertutup. Eteuk yang melihatnya, merasa khawatir lalu
menghampirinya.
“
donghae-ah, gweanchana?” kata sang leader dengan raut wajah khawatir. Suara
sang leader terdengar oleh member lain dan para member langsung menghampiri mereka.
Donghae
membuka matanya perlahan “ ah,, ne hyung. Entahlah dada kiriku tiba-tiba terasa
sakit, perih dan seakan aku punya penyakit sesak napas . Kayaknya aku harus
segera memeriksakan diri ke dokter ” jawab Donghae panjang lebar. Tanpa disadari,
Semua member tersenyum penuh arti
terhadap apa yang dikatakannya.
“Kapan
kau merasakannya?” Tanya sungmin masih dengan senyum yang sama. Donghae sepertinya
tidak menyadari senyum itu. “ tadi, saat aku melih..”
“jinjja
?” ucapan yang memotong perkataan donghae. oh, sepertinya ada seseorang yang
yang tidak mengerti atas apa yang di katakan Donghae dan sepertinya dia adalah
orang yang membuat Donghae seperti itu.
“jinjja?
Kalau begini sakit tidak?” tanya Eunhyuk sambil melayangkan pukulan ke dada
Donghae. Tenang saja tidak keras kok, hanya cukup untuk membuat Donghae ingin
membalas pukulannya, Kkkkk~.
“uhuk,uhuk”
“ya,,
eunhyuk-ah! Kau berniat membuatku sesak nafas benaran, eoh?” kesal donghae
sambil mengelus-elus dadanya.
“hehehe,,,
aku pikir tidak sakit. Emang sakit ya?” cengir dan tanya Eunhyuk tanpa dosa
lalu duduk di samping donghae padahal yang lain pada berdiri dan berjongkok di
depan donghae.
“aish,,,
jinjja!” kesal Donghae dengan tangan yang siap menjitak Eunhyuk. Tapi dia
urungkan niatnya takut membuat sohibnya tambah bodoh. “ waegeurae? Aku punya
sahabat yang bodoh seperti dirimu”
“Ya!!”
teriak Eunhyuk kesal. Donghae hanya terkikik melihat wajah Eunhyuk yang memang
sangat aneh.
“babo”
satu kata yang keluar dari mulut Yesung.
“ya..
hyung kau benar dia memang bodoh, hahaha ” timpal donghae dengan tertawa
melihat wajah eunhyuk yang lucu menurutnya.
“maksud
Yesung hyung, kalian berdua sungguh bodoh hyung” timpal sang magnae tanpa
memperdulikan sopan santun.
“
Ya,, Kyu. Kami ini hyungmu, sopanlah sedikit” balas donghae
“bagaimana,
aku bisa sopan sama hyungku yang bodoh seperti kalian? Hufftt…” lanjut kyu
sambil memplay PSP-nya yang tadi sempat di pausekan.
“sudahlah
Kyu, donghae-ah! Jantungmu otohkhe? Apakah masih sakit” Tanya sang leader
melerai. Sedangkan ShinWookKang hanya menggeleng kepala melihat kedua bocah
yang mendapat julukan ikan tersebut dan bersama member lain kembali
bersiap-siap untuk tampil dengan lagu kedua.
“ha???
Ah, ne hyung, sudah tidak sakit lagi” kata donghae takjub. “Kok bisa ya,
hyung?” Tanya donghae heran. “pikirkan saja sendiri, dan jangan sampai telat
menyadarinya” ucap Teuki tersenyum bijak dan menepuk kepala donghae lalu
bersiap-siap.
“Apa
maksud Teuki hyung?” Tanya donghae pada Eunhyuk yang dari tadi diam, larut
dalam pikirannya sendiri. Jujur, dia sendiri penasaran apa maksud hyung dan
dongsaengnya “mollayo” ucapnya sambil
berdiri.
“ sudahlah, ppali bersiap sebentar lagi kita akan tampil” kata Eunhyuk
meninggalkan Donghae untuk bersiap
Skip time-
“ryewook-ah”
panggil donghae pada dongsaeng kesayangannya itu yang duduk di samping
kanannya. Sekarang mereka sudah berada di dalam van mereka untuk pulang menuju
dorm . Kangin duduk di bangku depan di sebelah Shindong yang menyetir mobil.
Dan ryeowook, donghae, sungmin duduk di bangku penumpang. “ne hyung” balas ryewook.
“eumm,,,
neo, apa kau mengerti dengan perkataan Teuki hyung tadi?” Tanya donghae ragu. “apa kau masih belum
mengerti juga?” Tanya Shindong balik.
“kalau aku mengerti , tidak mungkin aku bertanya kan hyung?” jawab donghae
menampilkan sikap childishnya.
“ini
soal perasaanmu, donghae-ah” kata Kangin tersenyum lembut sambil menatap
donghae yang berada di bangku belakang. “pe,perasaanku?” Tanya donghae bingung
dengan memiringkan kepalanya .
“ne,
perasaanmu terhadap Eunhyuki” tambah sungmin
Deg
Deg
Deg
Jantung
donghae berdetak sangat cepat seperti habis lari marathon, tapi kali ini dengan
perasaan yang sangat nyaman. Reflex donghae memegang dada kirinya.
“kau,
masih belum mengerti hyung?” Tanya ryewook. Donghae mengangguk. ‘babonya
hyungku’ kata ryewook dalam hati. “apakah, jantungmu berdetak sangat cepat
sekarang hyung?” Tanya ryewook mencoba memberi gambaran.
“ne,
bagaimana kau tahu?” jawab donghae masih dengan ketidaktahuannya.
“tentu
saja ryewooki tahu, saat kita menyebutkan nama orang yang kita cintai, pasti
jantungmu akan berdetak dua kali lebih cepat” kata kangin tanpa melihat
donghae. Dia tetap memandang pemandangan di luar kaca jendela.
“rasa
itu pernah aku rasakan, saat aku ingin menyatakan cintaku ke Nari, hehehe”
tambah shindong tetap setia menyetir mobil.
Di van lain
“jantungmu
akan berdetak dua kali lebih cepat, saat dia menyentuhmu, saat menatap matanya”
kata Kyu melihat keluar jendela dengan senyum sama seperti Teuki hyung yang di
depan.
“saat
melihat senyumnya, apalagi saat dia tersenyum padamu ” tambah Yesung yang
menatap keluar jendela sama seperti apa yang dilakukan Kyu dan Teuki dengan senyum itu.
“kau
akan sangat nyaman bila berada di dekatnya dan kau akan sangat marah dan hatimu
akan sangat sesak bila melihat orang lain menyentuhnya sedikitpun” kata Teuki yang masih betah dengan senyum dan posisinya.
1
detik
2
detik
5
detik
‘What
the hell with them?’ teriak eunhyuk dalam hati.
*****
Setelah
30 menit perjalanan kembali ke dorm. Akhirnya Super Junior telah sampai.
Rombongan mobil Shindong berjalan didepan rombongan Teuki. Donghae berjalan
paling depan tanpa memperdulikan hyung dongsaengnya yang sudah bersama dengan
pasangan mereka masing-masing terkecuali Shindong. Sedangkan Eunhyuk dia
berjalan paling belakang, entahlah kenapa dia berjalan paling belakang dan sama
dengan Donghae diapun tengah sibuk dengan pikirannya sendiri hingga tak
menyadari para member yang telah bersama pasangannya.
Eunhyuk pov
Perasaan?
Tapi, perasaan terhadap siapa? Dasar hyung dongsaeng aneh. Di Tanya malah
senyam-senyum sendiri begitu. Apa mungkin mereka pernah merasakan di bilang
bodoh sepertiku. Tapi kenapa malah tersenyum seperti itu sih?
Saat
ini aku sedang berjalan menuju dorm lantai 11. Bersama dengan hyung dan
dongsaengku yang aneh ini. Hufft,,, sebenarnya sih aku masih penasaran dengan
maksud mereka mengata-ngatai aku bodoh dengan alasan yang tidak jelas. Tapi,,,
mau gimana lagi mereka sudah menjelaskan jawabannya yang sama sekali tambah
membuat aku binggung. Jadi, biarkanlah aku dalam kebingungan ini.
Normal pov
“Eunhyuk-si”
panggil seorang yeoja imut yang memiliki suara tinggi yang sangat indah. Sang
namja yang merasa namanya terpanggil menolehkan kepala ke asal suara.
“ne,,
wah IU-ssi mworaggoyo?” kaget Eunhyuk karena tidak biasanya sang yeoja yang
katanya adalah yeoja yang di sukai Eunhyuk dan sedang digosipkan menjalin
hubungan rahasia dengannya saat ini, mendatanginya. Eunhyuk tersenyum manis
kearah IU yang menghampirinya.
Suara
Eunhyuk ternyata membuat para member yang berjalan malas tau dengan keadaan
menjadi tertarik, dan membuat seseorang di sana menahan sakit di dadanya lagi.
“
wah IU-ssi” seru Shindong heboh. “IU-ssi,
Ada perlu apa dengan Eunhyuki” Tanya sang leader.
“
jangan-jangan kalian ingin membenarkan berita itu ya?” goda Kang in kepada IU
dan Eunhyuk. Eunhyuk hanya memutar kedua bola matanya. “Iu-ssi apa tidak takut
ketahuan wartawan ataupun fans” Tanya Yesung
“
ya, hyung. Bagaimana Iu-ssi mau bicara kalau hyungdeul tidak berhenti bertanya”
teriak Ryewook kesal. “ne, Ryewooki,
mianhe ,, tidak usah marah-marah begitu ne” kata Yesung mengelus punggung
namjachingunya itu.
“ne,
kalau begitu. Kami deluan IU-ssi” pamit KyuMin mengkode hyungnya untuk
membiarkan IU dan
Eunhyuk menyelesaikan masalah mereka, yang daritadi hanya
memperhatiakan tingkah hyungdeulnya itu. “ ne, mianhamnida IU-ssi” kata Eunhyuk
tersenyum manis. “ada perlu apa kesini tumben sekali?” Tanya Eunhyuk dia ingin
cepat-cepat sampai di dorm dan mengistirahatkan pikirannya.
Iu
hanya tersenyum melihat tingkah member boyband yang telah mendunia ini, yang
tingkahnya tidak seperti boyband tingkat dunia. Tapi, itulah Super Junior ‘be
their self’. “ah ne, aku hanya mau bilang bahwa yang di beritakan itu tidak
benar” kata Iu.
“kalau
masalah itu, bukannya kita juga sudah tahu?” jawab Eunhyuk masih dengan
senyumnya. Pasalnya memang tidak apa-apa di antara mereka kan. Kenapa dia
bilang seperti itu.
“ ah
ne, eum eto…” IU memandang lurus kedepan lalu tersenyum dan semakin yakin
dengan apa yang ingin di katakannya. IU berjinjit sedikit dan membisikkan
sesuatu di telinga Eunhyuk. Setelah itu dia menunduk sambil mengucapkan
terimakasih, tersenyum dan berjalan pulang.
Blush
“MWOYA????”
teriak Eunhyuk.
Donghae pov
Jadi
maksud mereka aku menyukai Eunhyukie? andwe, andwe, andwe! Hei, aku normal.
Lagipula bersentuhan, pelukkan, ciuman, itu semua hanya sekedar fanservis.
Kalaupun ada rasa, itu adalah rasa kasih sayang karena kita sering bersama
bukan? Ah, andwe. Pasti hyungdeul dan Ryewook salah mengartikan. Aku nggak suka
sama Eunhyuki seperti apa yang mereka pikirkan, aku hanya menyukainya karena kita sering melakukan hal bersama,
sebagai sahabat dan saudara tentunya.
“ne,,
wah IU-ssi mworaggoyo?” aku menghentikkan langkahku begitu mendengar suara
Eunhyuk. Aku menolehkan kepalaku kearah suara. Dan aku mendapati beberapa
member juga melihat dan mendatangi sumber suara.
Deg
Ugh,
appo! Aku meremas dada kiriku ini, syukur para member semua berlari kesana,
ya,, ke tempat yang membuat dadaku sakit. Mataku memperhatikan wajah Eunhyuk,
dia tersenyum sangat manis pada IU.
Deg
Ugh,
kenapa tambah sesak sih! mmm, aku mengalami sesak ini, saat……
1,
melihat Eunhyuk, berkata saranghae pada Jongwoon hyung dengan cengirannya waktu
itu
2,
melihat Eunhyuk juga, berpelukkan dengan Jongwoon hyung
Dan
3, sekarang saat lagi-lagi karena eunhyuk, tersenyum manis pada yeoja yang di
gosipkan dengannya
“donghae-ah,
gweanchana?” Tanya jongwoon hyung. Bagus, karena terlalu memikirkan Eunhyukie,
kau sampai tidak sadar mereka menghampirimu.
“donghae
hyung?” kali ini Kyu. Donghae jangan buat mereka khawatir. “ne, hyung gwaenchana?
Hehehe dada kiriku terasa gatal, jadi ku remas saja daripada di garuk
menimbulkan luka kan! Hehehe” kataku mencari alasan.
“
hm, dasar kau. aneh” ujar Shindong hyung “ hehehe” aku memaksa diriku tertawa.
Aku terus melihat kearah IU dan Eunhyuk. Ya tuhan sesak sekali di sini.
“donghae-ah,
ingat jangan sampai telat menyadarinya yah?” ujar teuki hyung mengikuti arah
pandangku. Para member telah menaiki
Lift. “kau tidak ikut?” tanya sungmin hyung.
“aduh,
hyung sepertinya. Aku harus ke kamar mandi sekarang” aku langsung lari dan
bersembunyi agak jauh dari lift, tak ingin mendengar protes dari hyungku yang
pasti memaksaku naik. Aku masih mau disini melihatnya, aku tidak ingin
membiarkan mereka beduaan, NEVER.
Setelah
lift tertutup aku kembali ke depan lift, aku terus melihat kearah mereka dengan
menahan rasa sesak di dadaku ini. Untung saja Eunhyuk membelakangiku.
Iu
melihat kearahku sambil tersenyum manis, dia berjinjit kearah Eunhyuk. Dan
namja itu hanya diam, apa-apaan itu. Oh God aku ingin sekali menarik namja babo
itu dari IU sekarang juga. Tapi, ku urungkan niatku setelah melihat IU hanya
membisikkan sesuatu pada Eunhyuk lalu berlalu.
“MWOYA????”
teriak Eunhyuk.
Aku
mendengar eunhyuk berteriak, membalikkan badannya mulai berjalan menghampiriku,
bisa di bilang begitukan. Aku langsung berbalik dengan gaya sedang menunggu
lift terbuka.
“
kau belum naik?” tanyanya. “kelihatannya?” jawabku sambil menghadapnya yang
berada di sampingku. Omo, dia itu namjakan? Kenapa dengan wajahnya yang memerah
itu? Kenapa dia begitu manis sih? Oh god, aku sudah benar-benar tidak waras.
Dan sekarang aku mengakui. Aku memang menyukai namja yang manisnya kayak yeoja
ini.
Kami
menaiki lift dengan suasana hening. Ini tidak biasanya. Setiap kami hanya
berdua kami akan selalu beribut entah
dari yang memang wajib untuk di ributkan sampai hal yang tidak penting sama
sekali. Changkamman, aku baru sadar wajah Eunhyuk memerah itu sehabis IU
membisikkan sesuatu padanya. Sebenarnya apa yang dibisikkan Iu sehingga dia
menjadi diam dan memerah begitu. God, semoga bukan seperti apa yang ku pikirkan
Tuhan. Aku mohon…
Ugh,
membayangkannya saja sudah membuat dadaku kembali sesak. “Ughhh, appo” Ucapku
sambil meremas dadaku lagi.
Normal pov
“ughhh,
appo” ternyata tanpa sadar Donghae mengeluarkan suaranya saat menahan sakit.
Eunhyuk yang daritadi hanya diam dan larut dalam pikirannya langsung melihat ke
samping kirinya dan mendapati Donghae sedang meremas dadanya,, lagi.
“donghae-ah,
mworagoeyo? Neo appo lagi?” tanya Eunhyuk khawatir. Mungkin karena terlalu
sakit, Donghae sampai tidak mendengar kata-kata Eunhyuk. “Donghaae-ah,
gweanchana?” donghae tetap tidak menjawab dan terlihat dia semakin kuat meremas
dadanya itu membuat Eunhyuk panic. Pintu lift terbuka di lantai 11, Eunhyuk
tidak keluar dia membiarkan pintu lift tertutup dan akan mengantar donghae ke
dorm lantai 12.
Pintu
lift terbuka tepat di lantai 12. “Donghae-ah!” tidak ada sahutan “aish,,
jinjja!” kata Eunhyuk sebelum menggendong donghae di belakang punggungnya tanpa
aba-aba, itu tentu saja membuat Donghae kaget dan dia membuka matanya.
“Eunhyuk-ah apa yang kau lakukan?” tanya Donghae dengan suara lemahnya dalam
gendongan Eunhyuk.
Entah
kenapa dada Eunhyuk terasa sakit mendengar suara donghae seperti itu. “sudahlah
diam saja, kau sakit sekarang. Walaupun aku tidak tau pasti kau sakit apa dan
apa yang membuatmu sakit begini, yang aku tau sekarang aku tidak bisa melihat
kau sakit begini” meski dia keberatan menggendong Donghae yang notabenenya
badan Donghae lebih besar darinya. Tapi, itu tidak masalah asalkan Donghae
tidak merasa sakit lagi atau setidaknya sakitnya berkurang.
Donghae
merasa sangat nyaman dalam posisi ini, sesak di dadanya perlahan menghilang. Tapi,
jika mengingat kejadian di bawah tadi,yang membuatnya dalam posisi ini. Rasanya
dadanya kembali sesak.
Mereka
telah sampai di depan dorm 12. Eunhyuk memencet bel.
“nuguya?”
terdengar suara dari dalam dorm dan sepertinya itu suara sang leader.
“hyung
ppali bukakan pintunya, ini Eunhyuk, hyung” beberapa saat pintu dorm terbuka. “ada ap..”
Tanpa aba-aba dan ucapan salam Eunhyuk langsung masuk dan menuju kamar Donghae.
Meninggalkan Eteuk yang cengo. Sadar dari kecengo-annya Eteuk langsung
mengikuti kedua bocah tersebut.
Eunhyuk
merebahkan Donghae secara perlahan diatas kasur bernuansa biru tersebut.
“donghae-ah, kau istirahatlah sekarang. Kau jangan berpikir terlalu banyak
dulu, ne?” kata Eunhyuk seraya membenarkan posisi tidur donghae dan tersenyum
manis yang sangat tulus pada Donghae tetap dengan raut wajah khawatirnya .
Donghae pov
Deg,
Deg, Deg
Oh
God,, senyumnya itu bisa langsung membuat sesak di dadaku hilang. Aku hanya
mengangguk, jujur aku masih merasa lemas karena meremas dadaku yang sakit
daritadi hingga bajuku kusut begini. Melihat anggukkanku Eunhyuk membalikkan
badannya sepertinya ingin keluar.
“ah,,
Eteuk hyung, kau bisa men…”
“mianhae
Eunhyukie, hyung dan Kangin akan pergi ke Kona Beans sekarang dan kau taukan
Shindongie dia ada jadwal di simsimtapa” ucapan eunhyuk terpotong oleh Eteuk hyung
yang sepertinya mengerti maksud Eunhyuk. “kau jagalah Donghae, bukankah ini
karena kau?” ucap Eteuk hyung ambigu. Aku melihat eunhyuk mengernyitkan
dahinya, ah.. dia memang babo. Sebenarnya bukan dia tapi kami. Tapi, lebih baik
terlambat daripada tidak khan…
“donghae-ah”
Eteuk hyung tersenyum padaku. Aku mengerti maksudmu hyung. Aku menganggukkan
kepalaku. Lalu eteuk hyung meninggalkan kami BERDUA di dorm ini.
Eunhyuk pov
Aku
mengernyit heran, karena aku, kenapa bisa. Sebenarnya tanpa kau suruhpun hyung,
aku pasti menjaga Donghae. Hanya aku perlu ke dorm 11 dulu untuk meletakkan
barang-barangku ini.
“eunhyuk
ah, tidak apa-apa kalau kau tidak bisa. Aku juga udah baikkan kok” kata donghae
menyadarkanku dari lamunanku. “ani” kataku lalu berjalan ke kasurnya setelah
meletakkan barang-barangku di lantai dekat meja kecil di depan tempat tidurnya.
“tidak bisa. Kau ingat saat di waiting room tadi, kau bilang sudah tidak sakit
lagi, tapi,, tadi saat di lift yang ku lihat lebih parah” kulihat dia sudah
duduk bersila di atas kasurnya. “dan lagipula kata Eteuk hyung, ini karena aku.
Walaupun aku tidak tau apa yang ku lakukan padamu” aku ikut duduk bersila di
atas kasur dan menghadapnya.
Mata
kami bertemu. Tiba-tiba aku mengingat sesuatu yang di bisikkan IU tadi dan tanpa
bisa di cegah, wajahku memanas sekarang. Pasti sekarang donghae akan
menertawakanku. Oh ayolah jangan sekarang, jangan saat kita bertatapan begini.
Aku menudukkan wajahku dan menutupnya dengan kedua tanganku.
“eunhyuk-ah,
kenapa wajahmu memerah seperti itu?” tanya donghae lembut. Aku mendongakkan
kepala melihatnya dan dia sedang tersenyum sangat manis. Oke, aku salah dia
tidak menertawakanku “ani, aku hanya mengingat apa yang di katakan IU tadi” jawabku.
Aku lihat dia memega ah,, ani dia meremas dadanya lagi.
“donghae-ah
gweanchana?” tanyaku. Aku bingung bagaimana cara menghilangkan sakitnya.
“sakit
eunhyuk-ah,, sakit sekali… di sini” kata donghae lirih. “sesakit itukah?” oh
god, air mataku hampir jatuh. Aku melepas tangannya dari dadanya, genggamannya
sangat erat dan itu membuat tanganku sedikit merah.
“lepaskan
tanganmu biar aku bantu menghilangkan rasa sakit itu Donghae-ah” ucapku dengan
segera mengelus-elus dan sesekali meniup dada kirinya yang sudah sangat merah
-karena kancing kemejanya sebagian telah terlepas- berharap bisa menghilangkan
rasa sakitnya
Ya
tuhan kenapa mukaku memanas lagi sih, saat ini wajahku sangat dekat dengan dada
kiri donghae karena aku berusaha mengelus-elus dan meniup dadanya yang sudah
memerah ini mencoba dengan telapak tanganku menghilangkan rasa sakitnya. Oke,
memang aku sering melihat ini. Tapi, tidak pernah sedekat ini apalagi
memegangnya dan meniupnya. Tuhan,, jangan biarkan aku berpikir seperti itu saat
ini.
Donghae pov
Ini
sangat nyaman, sentuhan dari seorang sahabat tidak mungkin seperti ini.
Baiklah, aku akan menyatakannya. Aku menunduk melihatnya setelah dari tadi aku
menutup mata menikmati sentuhannya. Omo, wajah memerah itu lagi.
“eunhyuk-ah”
aku menggengam tangannya yang berada di dadaku. Dia mendongakkan kepalanya dan
secara tidak sengaja bibir kami bersentuhan. Dia membelalakan matanya, sungguh
imut. Tapi setelahnya dia memejamkan matanya. Tanpa aba-aba aku langsung
melumat bibir bawahnya dengan sangat lembut. Dia melakukan hal yang sama dia
melumat bibir atasku tapi, gerakannya sangat kaku. Kami berciuman dengan
tangannya dan tanganku yang berada di dadaku. Apakah dia sadar dadaku berdetak
sangat cepat saat ini.
Seperti
tersadar dia lalu melepaskan ciuman kami. “mi,mianhae” katanya menatapku dengan
wajah yang sangat merah. “mi, mian” aku mengunci bibirnya dengan bibirku. Dia
terbelalak kaget. Aku melepas bibirku darinya “eunhyuk-ah, kalau kau minta maaf
lagi, aku akan melakukan hal yang lebih padamu” dia diam dan menundukkan
wajahnya dan menutup wajahnya yang merah itu dengan tangan kanannya karena
tangan kirinya masih berada di dadaku dalam genggamanku.
“eunhyuk-ah,
kau tidak salah hanya babo” kataku menggodanya. “ya!” protesnya masih dengan
wajah memerah itu. “hahaha, kau sadar tidak sih, kita berdua itu babo. Terlalu
telat untuk menyadari perasaan kita. But, late better then never, right?”
“eoh?”
cengo eunhyuk, jelas saja dia kan tidak terlalu mengerti bahasa Inggris “dan siapa
bilang aku memiliki perasaan padamu?” jawab Eunhyuk sewot.
“ughh,
appo”
“ya,
donghae-ah gweanchana?” tanya Eunhyuk khawatir langsung menggunakan tangan
kanannya mengelus dadaku.
“see,
kau perduli sekali padaku tak ingin aku sakit lagi, eoh?” kataku langsung
mengenggam tangan kanannya. “dan kau berusaha menghilangkan rasa sakit ini secepatnya,
tanpa kau sadari tangan kirimu telah berada di dadaku.” Kataku menggodanya
dengan senyum termanisku
“ya!
se, jik, sau,,, arrgh, sahabat mana juga akan melakukan hal itu kok” jawab
eunhyuk gugup hingga salah-salah bicara
“tapi,
mereka tidak membiarkan sahabatnya mengenggam mesra tangannya bukan” kataku
menggodanya lagi sambil mengelus punggung tangannya dengan ibu jariku “hahaha kau kalah telak eunhyuk-ah”
“apanya
yang kalah? Main game, iya!” katanya sewot dan menolehkan kepalanya ke arah kiri.
Tapi,, tidak mencoba melepaskan kedua tangannya dari genggaman tanganku yang
sekarang berada di lipatan kakiku. Aku tersenyum melihat tingkahnya itu.
Benar-benar seperti seorang yeoja. Manis, tanpa sengaja aku melihat bibirnya
yang sedikit dia poutkan itu, rasanya sangat manis saat aku melumatnya tadi.
“eunhyuk-ah,
myeolchi, monkey, dancing machine. Lee hyukjae….. SARANGHAE, jeongmal
saranghae, nan neomu saranghae.” Kataku sambil mencium kedua tangannya lembut.
Dia
nampaknya kaget dan menolehkan kepalanya kearahku tanpa meninggalkan rona merah
di pipinya, “euhm… na, ugh.. nado saranghae,, donghae-a, fishy, prince charm,
LEE DONGHAE” jawabnya menundukkkan kepalanya dengan suaranya yang kecil dengan
menekankan kata terakhirnya dan sepertinya wajahnya tambah merah saja. Hahaha
senang sekali melihat wajahnya seperti ini hanya karena aku.
Aku? Tapi,,, “hyuk-a, apa yang di bisikkan IU-ssi
padamu tadi, sampai wajahmu memerah begitu?” ucapku kesal.
Eunhyuk Pov
“hyuk-a,
apa yang di bisikkan IU-ssi padamu tadi, sampai wajahmu memerah begitu?” ucap
donghae dengan nada tidak suka. Aish,, kenapa sikapnya berubah 180 derajat
begitu. Aaa,,, aku tahu “donghae-ah, kau cemburu ne?” tanyaku berniat
menggodanya.
“ye,
kau tahu itu kan chagi! Kau hanya milikku, seorang LEE HYUKJAE HANYA MILIK
seorang LEE DONGHAE dan aku tidak suka lihat kau merona karena orang lain,
arasseo?” kata donghae posesif. Hei, wajah berhentilah memanas. Lagipula kenapa
dia berkata seperti itu, ish.. rencananya ingin menggodanya kenapa malah aku
yang merona sih.
“ya!
Hyuk a…”
“YA!!!
Kau pikir aku barang ka hmphh…” ucapkanku terpotong karena donghae menciumku.
Ini gila, tapi….. aku menyukainya. Tanpa sadar aku menutup mataku dan mulai
menikmati ciumman ini.
Donghae Pov
“ya!
Hyuk a…”
“YA!!!
Kau pikir aku barang, ka hmphh…” ucapannya terpotong karena aku menciumnya
kesel sih dia tidak menjawab pertanyaanku malah memotong ucapanku. Aku melumat
kedua belah bibirnya bergantian atas dan bawah. Ternyata tanpa ku paksa, dia
telah membuka mulutnya mempersilahkanku untuk merasakan gua hangatnya. Langsung
saja ku masukkan lidahku mengabsen semua yang ada dalam mulutnya .
“eummph…”
1 desahan lolos keluar dari mulutnya. Michigeutta,,, begini saja sudah membuat
celanaku terasa sempit. Sadar Donghae jangan berbuat yang tidak-tidak di kamar
Eteuk-hyung kalau kau tidak mau dicincang olehnya karena melakukan yang
‘iya-iya’ pada dongsaeng kesayangannya ini. Aku melepas ciummanku setelah
sebelumnya menghisap keras lidah Eunhyuk lalu melihat kearahny.
OMO,,
ya tuhan kenapa dia bisa menjadi sexy seperti ini. Look at him, wajah merona
hebat dengan mata yang sendu. Bibir yang membengkak dan air liur entah itu air
liur siapa sekarang mengalir dari mulut ke dagunya dan jatuh menetes ke atas
kasurku dengan nafas yang terengah-engah. Aku tersenyum, terengah eoh?
Sepertinya dia menikmatinya tadi sehingga tidak mau melepaskan ciumman tadi.
“menikmatinya
eoh?” kataku mencoba menggodanya, walaupun godaanku nanti akan membuatnya kesal
padaku tapi dia terlihat imut jika sedang marah. Dia mengangguk singkat. Aku
salah, ternyata dia mengakuinya.
“Eoh,
mengakuinya ne?” lalu aku menjilat sisa saliva yang masih mengalir dari
mulutnya yang masih terbuka untuk menghirup udara itu. Aku melihat matanya
melebar sepertinya dia kaget atas perlakuanku, tapi tidak menolak. Buktinya dia
tidak mendorongku ataupun marah. Aku menjilatnya dari dagu lalu menjilat kedua
bibirnya kemudian menghisap saliva yang berada di lidahnya serta yang berada di
antara bawah lidah dan gigi bawahnya sehingga aku seperti menghisap gigi
bawahnya.
Normal Pov
“ja…
sekarang jawab apa yang di bisikkan IU-ssi padamu di bawah tadi? Jangan
mengalihkan pembicaraan kalau kau tidak mau aku melakukan hal yang lebih dari
ciumman tadi” ucap Donghae lembut sambil mengeringkan jejak salivanya di dagu
dan bibir eunhyuk.
“ ish,,,
kenapa kau penasaran sekali sih? Lagipula yang di bilang IU-ssi dah terjadi kok”
ucap Eunhyuk ambigu dan membuat donghae tambah bingung. Donghae pikir IU menyatakan
perasaanya pada EunhyukNYA, dan kalau sudah terjadi mungkin saja EunhyukNYA
menerimanya karena, memang EunhyukNYA itu mengagumi IU dan itu sudah bukan
rahasia umum lagi. Kalau begitu kenapa eunhyuk menerimanya dan cium--
“diamenyuruhkuberpacarandenganmu” ucap
eunhyuk berteriak dengan satu tarikkan nafas “ isssh,,,” dia meringis karena
wajahnya yang memerah hebat hanya karena mengatakan hal itu.
“hanya
itu?” tanya donghae, sejujurnya dia lega karena ternyata tidak seperti apa yang
dia pikirkan. Walaupun sebenarnya dia masih bingung kenapa IU menyuruh
EunhyukNYA seperti itu, tapi,, toh itu bukan hal yang penting untuk dipikirkan.
“ne?
apa maksudmu hanya itu. Jadi, kau mau IU membisikkan apa padaku?” tanya eunhyuk
heran.
“eumm..
tidakkah dia mau kita memberinya saudara, temannya bermain at..”
“YA!
Ikan mesum!! Aish,, sepertinya kau sudah sehat. Kalu begitu aku akan kembali ke
kamarku” ucap eunhyuk lalu beranjak dari tempat tidur donghae yang sudah
berantakan dengan wajahnya yang memerah. Dan dengan hati yang lega, benar-benar
lega karena donghae memang sudah tidak merasakan sakit lagi dan dia tahu
penyebabnya.
“
hei, siapa yang di atas panggung sering membuka pakaianku?” kata donghae denagn
seringaiannya
BINGGO
Eunhyuk
terdiam membatu –di depan pintu dan membelakangi donghae- mendengar penuturan
donghae tentang kebiasaannya itu. Jantungnya kembali berdetak seperti saat dia
berdekatan dengan donghae, saat donghae menyentuhnya, dan saat donghae
menciumnya tadi.
Donghae
berjalan perlahan ke arah eunhyuk yang masih mebelakanginya.
“i..
ugh, itu juga karena kau yang memulai..”
Grep
Eunhyuk
tersentak karena donghae menarik serta memeluknya erat dari belakang. Eunhyuk
menggerakkan kedua tangannya untuk memegang lengan kanan Donghae –yang berada
di perutnya- dan donghae meletakkan lengan kirinya diatas kedua punggung tangan
eunhyuk yang sedang menggenggam lengan kanannya, lalu semakin mengeratkan
pelukkannya. Donghae mencium tengkuk
eunhyuk dan menghirup aroma khas seorang Lee Hyukjae. Eunhyuk yang mendapat
perlakuan seperti itu merasa sangat nyaman walaupun jantungnya sedang berdetak
dengan tidak normal.
“Saranghae
donghae-ah”
Donghae
melebarkan kedua matanya, jujur dia sungguh kaget mendengar apa yang di katakan
namjachingunya itu. Memang itu hal yang wajar pasalnya mereka adalah sepasang
kekasih. Namun, kata ini keluar deluan -tanpa ada paksaan darinya- dari mulut
seorang Lee hyukjae yang terkenal sangat pemalu itu. Menyadari hal itu Donghae
tersenyum sangat lembut hatinya merasa sangat hangat mendengar itu.
“kau
tahu jawabanya chagi! Ne, nado saranghae nae eunhyukkie” katanya lembut sambil
mengeratkan pelukkannya dan terus menghirup aroma tubuh namjachingunya itu yang
telah menjadi candunya sekarang. Eunhyuk tersenyum bahagia hingga menampilkan
gummy smilenya.
yosh... sebenarnya ini adalah ff pertamaku namun karena ada kesalahan jadi aku publish ulang deh . Ku tunggu RCLnya~ gomawoyo~